<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639</id><updated>2012-02-17T03:22:51.521+07:00</updated><category term='Dunia Wanita'/><category term='Konseling'/><category term='Bimbingan Konseling Islam'/><category term='Kesehatan Jiwa'/><category term='Informasi Islam'/><category term='Pernikahan'/><category term='Psikologi Islam'/><category term='Cinta'/><category term='Kajian Psikologi'/><category term='Tausiyah'/><category term='Pra Nikah'/><title type='text'>Konseling Islam</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-3779680265183508155</id><published>2009-07-15T16:10:00.003+07:00</published><updated>2009-07-15T16:29:16.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Jangan Berduka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl2hVT3g9UI/AAAAAAAAAC8/3uSm6Mm2DlA/s1600-h/GLASSES.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl2hVT3g9UI/AAAAAAAAAC8/3uSm6Mm2DlA/s200/GLASSES.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358616519123203394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya akan memaparkan trik n tips bagi hati-hati yang sedang lara dan bersedih. Hati adalah gejolak jiwa yang sering berubah-ubah. Hal itu disebabkan datangnya kondisi pengalaman-pengalaman jiwa yang dapat mempengaruhi kondisi fikiran dan selanjutnya diteruskan dengan kondisi hati yang biasa kita persepsikan yaitu perasaan. Kondisi hati yang baik tentunya akan menimbulkan sifat diri yang sedang berbahagia, senang tapi berbeda dengan hati yang sedang gundah menyebabkan sifat diri yang tidak tenang, bersedih dan seterusnya. Harapan setiap insan tentunya mengharapkan kondisi hati yang tenang, bahagia, dan hilangnya kegundahan dalam hidupnya. &lt;br /&gt;Pastinya….yang baca artikel ini tentunya juga mau khan. Hayo ngaku :x :x&lt;br /&gt;Maka dari itu untuk mengetahui dasar-dasar ilmu yang bisa membuat diri kita bisa selalu berbahagia dengan segala kondisi. Coba kita simak paparan satu ini…:z:z:z:z&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Insan yang berakal menurut Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di Rahimahullah dalam bukunya, al-Wasaailu al-Mufaidah lil Hayatatis Sa’idah mengetahui bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan yang ia jalani dengan bahagia dan tenang. Kehidupan ini pendek sekali, lanjut Syaikh AAS-Sa’di, maka tak sepantasnya memperpendek dengan kesedihan dan larut dalam kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang hamba ditimpa musibah atau takut akan sebuah musibah hendaklah membandingkan antara nikmat-nikmat yang ia dapatkan, baik dalam urusan agama atau dunia dengan musibah yang menimpanya. Dengan membandingkan akan jelas baginya betapa banyak nikmat yang dia dapatkan dan tertutupilah musibah yang menimpanya.&lt;br /&gt;Selanjutnya Syaikh as-Sa’di menyarankan, hendakhnya juga membandingkan antara kemungkinan bahaya yang akan menimpanya dengan banyaknya kemungkinan akan dapat selamat darinya. Jangan sampai kemungkinan yang lemah dapat mengalahkan kemungkinan-kemungkinan kuat dan banyak. Dengan demikian, akan hilanglah kesedihan dan perasaan takutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga memperkirakan hal paling besar yang dapat menimpanya, kemudian menyiapkan mental untuk menghadapi bila memang terjadi, berusaha mencegah apa-apa yang masih belum terjadi dan menghilangkan atau paling tidak meminimalisir musibah yang sudah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bila Tak Kesampaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seseorang dihadapkan dengan ketakutan, sakit, kekurangan atau tidak tercapai keinginannya, hendaklah dihadapi dengan tenang dan kesiapan mental, bahkan dia harus siap menghadapikeadaan yang lebih berat sekalipun, sebab, kesiapan mental dalam menghadapi musibah akan mengecilkan musibah tersebut dan menghilangkan bobotnya. Terutama bila dia berusaha melawan sesuai kemampuan, sehingga dapat memadukan antara kesiapan mental dan usaha maksimal yang dapat mengalihkan perhatian dari musibah yang akan dating. Dan yang lebih penting lagi adalah selalu memperbarui kekuatan menghadapi musibah disertai dengan tawakkal dan yakin kepada Allah Subhaanahu wa Ta’Ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hati bersandar kepada Allah Subhaanahu wa Ta’Ala, bertawakal kepada-Nya, tidak menyerahkan pada prasangka-prasangka buruk juga tidak dikuasai khayalan-khayalan negative, yakin serta sungguh-sungguh berharap atas karunia Allah Subhaanahu wa Ta’Ala, maka akan terusirlah perasaan sedih dan hilanglah berbagai macam penyakit fisik dan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akan dicukupkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati bisa mendapatkan kekuatan, kelapangan dan kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan. Banyak rumah sakit yang penuh dengan pasien yag sakit karena prasangka-prasangka buruk dan khayalan-khayalan menyesatkan. Banyak orang yang kuat hatinya tapi masih terpengaruh dengan hal tersebut, apalagi orang yang memang kemah hatinya. Dan betapa sering hal tersebut menyebabkan kedunguan dan kegilaan, kata Syaikh as-Sa’di. Orang yang sehat dan selamat adalah yang diselamatkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’Ala dan diberi-Nya taufik untuk berusaha mendapatkan faktor-faktor yang biasa menguatkan hatinya dan mengusir kegelisahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkannya&lt;/span&gt;”. (Ath-Thalaq: 3).&lt;br /&gt;Artinya Allah Subhaanahu wa Ta’Ala akan mencukupkan untuknya semua apa yang dia butuhkan dari urusan agama dan dunianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka orang yang bertawakal kepada Allah Subhaanahu wa Ta’Ala, hatinya kuat. Tidak dapat dipengaruhi prasangka-prasangka buruk, tidak dapat digoncang oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi, sebab dia tahu hal itu termasuk indikasi lemahnya jiwa dan perasaan takut yang tidak beralasan. Dia tahu, Allah Subhaanahu wa Ta’Ala akan menjamin sepenuhnya orang yang bertawakal kepada-Nya, dia yakin kepada Allah Subhaanahu wa Ta’Ala dan tenang karena percaya akan janji-Nya. Dengan demikian, hilanglah duka dan gelisah. Kesulitan berubah menjadi kemudahan, kesedihan menjadi kegembiraan dan perasaan takut menjadi keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :Majalah Nabila (2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-3779680265183508155?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/3779680265183508155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/07/jangan-berduka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/3779680265183508155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/3779680265183508155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/07/jangan-berduka.html' title='Jangan Berduka'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl2hVT3g9UI/AAAAAAAAAC8/3uSm6Mm2DlA/s72-c/GLASSES.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-3616157216452919042</id><published>2009-07-15T15:11:00.003+07:00</published><updated>2009-07-15T16:04:44.196+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Informasi Islam'/><title type='text'>Aksi menentang Busana Minim di Qatar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl2beCpKRnI/AAAAAAAAAC0/aWKFgiWYB6U/s1600-h/AFRIC002.GIF"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 124px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl2beCpKRnI/AAAAAAAAAC0/aWKFgiWYB6U/s200/AFRIC002.GIF" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358610072048649842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Baru baca majalah tarbawi ada artikel mengenai “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;aksi menentang busana minim&lt;/span&gt;”. Jadi teringat saat situasi di Negara sendiri pada waktu pengesahan UU anti pornografi yang penuh dengan pro dan kontra :t:t. Tapi saat ini saya tidak membahas hal itu, melainkan menceritakan kembali perjuangan para kaum pemuda di negara yang bertetanggaan dengan Negara-negara mayoritas Islam yaitu Negara Qatar dalam menentang datangnya kehidupan hedonis dan penuh liberalism.:o:o&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata untuk menentang hal-hal seperti “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;aksi menentang busana minim”&lt;/span&gt; tersebut tidak hanya di Indonesia yang notabennya hamper 90% beragama muslim tapi ini juga perjuangan bagi Negara Arab yang terus merasakan dilema akibat merebaknya perkembangan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja Negara Qatar……..:d:d:d&lt;br /&gt;negara ini yang memiliki banyak musim. Ada musim dingin, musim jeda, dan musim panas. Dalam bergantinya musim, di Negara Qatar sudah memiliki tren dalam berpakaian untuk menyesuaikan segala kondisi musim. Misalnya saja musim dingin yang memakai jaket, klo musim jeda memakai yang serba santai celana, t-shirt sedangkan ketika sudah musim panas tren celana pendek dan tank top merebak, hingga jalan-jalan trotoar dipenuhi wanita-wanita berpakaian minim bertebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana ini lah yang yang menjadi indikator sebagian warga asli Qatar untuk mengubah tren-tren berpakaian untuk para wanita agar di segala kondisi dapat menutupkan auratnya. &lt;br /&gt;Mereka yang sebagian kaum pemuda berkampanyekan melalui internet yaitu dengan tema “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kampanye memerangi pakaian minim&lt;/span&gt;”. Menurut para aktifis gerakan moral tujuan mereka agar menghimbau kaum hawa untuk tidak sembarangan mengenakan pakaian yang bertabrakan dengan tradisi dan agama masyarakat Qatar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qatar merupakan sebuah emirat di Timur Tengah yang terletak disebuah semenanjung kecil di Jazirah Arab. Batasnya diselatan adalah Arab Saudi dan sisanya dibatasi Teluk Persia. Meski berada di kawasan Arab, hukumnya di Qatar cenderung lebih bebas dan liberal. Di bawah kepemimpinan Emir Qatar, Hamad bin Khlaifah Al Thani, Qatar mengalami modernisasi dan liberalisasi. Seperti misalnya, alkohol diperbolehkan dalam jumlah terbatas, untuk kalangan ekspatriat yang memang sangat banyak disana. Yang mengejutkan seperti dilansir Islamonline, saat ini Qatar ditinggali oleh sekitar 1,6 juta orang, tapi mayoritasnya adalah orang asing. Yang menjadi penduduk asli di Qatar hanya 20 % saja. Ehm tantangan bagi masyarakat asli dalam menghadapi kondisi serba bebas akibat dari masyarakat pendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu dalam mengkampanyekan menutup aurat, dibukanya situs-situs didunia maya salah satu thread. Salah satunya pemudi Qatar yang mengatakan “kita harus bahu membahu memelihara diri, para pemuda dan kaum wanita untuk menolak bahaya fitnah itu. Kami berdiri dalam sisi yang positif, menentang dan menolak semua orang yang berpakaian “telanjang”,agar kami bisa memelihara masyarakat kami dari semua yang berakibat buruk bagi individu kami yang merusak rasa malu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha-usaha ini harus diacungkan jempol karena klo bukan masyarakat asli siapa lagi yang harus memerangi. Untuk itu saya pun stuju dalam mengkampanyekan anti pakaian minim n seksi…………. :) :) :$ :$&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-3616157216452919042?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/3616157216452919042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/07/aksi-menentang-busana-minim-di-qatar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/3616157216452919042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/3616157216452919042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/07/aksi-menentang-busana-minim-di-qatar.html' title='Aksi menentang Busana Minim di Qatar'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl2beCpKRnI/AAAAAAAAAC0/aWKFgiWYB6U/s72-c/AFRIC002.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-6395694366663444882</id><published>2009-07-15T14:28:00.003+07:00</published><updated>2009-07-15T14:49:49.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pra Nikah'/><title type='text'>Kiat-Kiat Menuju Pelamin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl2Hrt-bWdI/AAAAAAAAACs/-9xoJHflHbk/s1600-h/bemineroses.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl2Hrt-bWdI/AAAAAAAAACs/-9xoJHflHbk/s200/bemineroses.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358588316786317778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak para insan yang benar-benar mendambakan untuk hidup mengakhiri masa hidupnya untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Siapa yang tidak mau, bahwa menjalankan rumah tangga ada bagian dari separuh agama kita. Untuk itu, dalam menyempurnakan Din kita tentunya dianjurkan untuk segera menikah :$:$:$&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya sebuah ikatan suci antara dua orang insan yang pasrah untuk saling berjanji setia menemani mengayuh biduk mengarungi lautan kehidupan. Dari ikatan suci ini dibangunlah keluarga bahagia, yang dipimpin oleh seorang suami yang shalih dan dimotori oleh seorang istri yang shalihah. Mereka mengerti hak-hak dan kewajiban mereka terhadap pasangannya, dan mereka pun memahami hak dan kewajiban mereka kepada Allah Ta’ala. Kemudian lahir dari mereka berdua anak-anak yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla. Cinta dan kasih sayang pun tumbuh subur di dalamnya. Rahmat dan berkah Allah pun terlimpah kepada mereka. Inilah keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, samara kata orang. Inilah model keluarga yang diidamkan oleh setiap muslim tentunya.:d:d :L :L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi, bahwa untuk menggapai taraf keluarga yang demikian setiap orang harus melewati sebuah pintu, yaitu pernikahan. Dan usaha untuk meraih keluarga yang samara ini hendaknya sudah dimulai saat merencanakan pernikahan. Pada tulisan singkat ini akan sedikit dibahas beberapa kiat menuju pernikahan Islam yang diharapkan menjadi awal dari sebuah keluarga yang samara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berbenah Diri Untuk Mendapatkan Yang Terbaik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis ingin membicarakan 2 jenis manusia ketika ditanya: “A&lt;span style="font-style:italic;"&gt;nda ingin menikah dengan orang shalih/shalihah atau tidak?&lt;/span&gt;”. Manusia jenis pertama menjawab “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tentu saja saya ingin”&lt;/span&gt;, dan inilah muslim yang masih bersih fitrahnya. &lt;br /&gt;Ia tentu mendambakan seorang suami atau istri yang taat kepada Allah, ia mendirikan shalat ia menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Ia menginginkan sosok yang shalih atau shalihah. &lt;br /&gt;Maka, jika orang termasuk manusia pertama ini agar ia mendapatkan pasangan yang shalih atau shalihah, maka ia harus berusaha menjadi orang yang shalih atau shalihah pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza Wa Jalla berfirman yang artinya: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula&lt;/span&gt;” [QS. An Nur: 26]. Yaitu dengan berbenah diri, berusaha untuk bertaubat dan meninggalkan segala kemaksiatan yang dilakukannya kemudian menambah ketaatan kepada Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan manusia jenis kedua menjawab: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ah saya sih ndak mau yang alim-alim&lt;/span&gt;” atau semacam itu. Inilah seorang muslim yang telah keluar dari fitrahnya yang bersih, karena sudah terlalu dalam berkubang dalam kemaksiatan sehingga ia melupakan Allah Ta’ala, melupakan kepastian akan datangnya hari akhir, melupakan kerasnya siksa neraka. Yang ada di benaknya hanya kebahagiaan dunia semata dan enggan menggapai kebahagiaan akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita khawatir orang-orang semacam inilah yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sebagai orang yang enggan masuk surga. Lho, masuk surga koq tidak mau? Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “S&lt;span style="font-style:italic;"&gt;etiap ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan&lt;/span&gt;”. Para sahabat bertanya: ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Siapakah yang enggan itu wahai Rasulullah&lt;/span&gt;?’. Beliau bersabda: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yang taat kepadaku akan masuk surga dan yang ingkar terhadapku maka ia enggan masuk surga&lt;/span&gt;” [HR. Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri atau suami adalah teman sejati dalam hidup dalam waktu yang sangat lama bahkan mungkin seumur hidupnya. Musibah apa yang lebih besar daripada seorang insan yang seumur hidup ditemani oleh orang yang gemar mendurhakai Allah dan Rasul-Nya? Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keadaan agama seorang insan tergantung pada keadaan agama teman dekatnya. Maka sudah sepatutnya kalian memperhatikan dengan siapa kalian berteman dekat&lt;/span&gt;” [HR. Ahmad, Abu Dawud. Dihasankan oleh Al Albani]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bekali Diri Dengan Ilmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu adalah bekal penting bagi seseorang yang ingin sukses dalam pernikahannya dan ingin membangun keluarga Islami yang samara. Ilmu yang dimaksud di sini adalah ilmu agama tentunya. Secara umum, seseorang perlu membekali diri dengan ilmu-ilmu agama, minimal ilmu-ilmu agama yang wajib bagi setiap muslim. Seperti ilmu tentang aqidah yang benar, tentang tauhid, ilmu tentang syirik, tentang wudhu, tentang shalat, tentang puasa, dan ilmu yang lain, yang jika ilmu-ilmu wajib ini belum dikuasai maka seseorang dikatakan belum benar keislamannya. Lebih baik lagi jika membekali diri dengan ilmu agama lainnya seperti ilmu hadits, tafsir al Qur’an, Fiqih, Ushul Fiqh karena tidak diragukan lagi bahwa ilmu adalah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Renungkanlah firman Allah Ta’ala, yang artinya: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat”&lt;/span&gt; [QS. Al Mujadalah: 11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus, ilmu yang penting untuk menjadi bekal adalah ilmu tentang pernikahan. Tata cara pernikahan yang syar’I, syarat-syarat pernikahan, macam-macam mahram, sunnah-sunnah dalam pernikahan, hal-hal yang perlu dihindari, dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Siapkan Harta Dan Rencana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa pernikahan membutuhkan kemampuan harta. Minimal untuk dapat memenuhi beberapa kewajiban yang menyertainya, seperti mahar, mengadakan walimah dan kewajiban memberi nafkah kepada istri serta anak-anak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” [HR. Ahmad, Abu Dawud].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kebutuhan akan harta ini jangan sampai dijadikan pokok utama sampai-sampai membuat seseorang tertunda atau terhalang untuk menikah karena belum banyak harta. Harta yang dapat menegakkan tulang punggungnya dan keluarganya itu sudah mencukupi. Karena Allah dan Rasul-Nya mengajarkan akhlak zuhud (sederhana) dan qana’ah&lt;br /&gt;(mensyukuri apa yang dikarunai Allah) serta mencela penghamba dan pengumpul harta. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamishah dan celakalah hamba khamilah. Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah&lt;/span&gt;” [HR. Bukhari].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, terdapat larangan bermewah-mewah dalam mahar dan terdapat teladan menyederhanakan walimah. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya&lt;/span&gt;” [HR. Ahmad]. Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam juga, berdasarkan hadits Anas Bin Malik Radhiyallahu’anhu, ketika menikahi Zainab Bintu Jahsy mengadakan walimah hanya dengan menyembelih seekor kambing [HR. Bukhari-Muslim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu rumah tangga bak sebuah organisasi, perlu manajemen yang baik agar dapat berjalan lancar. Maka hendaknya bagi seseorang yang hendak menikah untuk membuat perencanaan matang bagi rumah tangganya kelak. Misalnya berkaitan dengan tempat tinggal, pekerjaan, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pilihlah Dengan Baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius : nikah, cerai dan ruju’ ” (Diriwayatkan oleh Al Arba’ah kecuali Nasa’i). Salah satunya dikarenakan menikah berarti mengikat seseorang untuk menjadi teman hidup tidak hanya untuk satu-dua hari saja bahkan seumur hidup insya Allah. Jika demikian, merupakan salah satu kemuliaan syariat Islam bahwa orang yang hendak menikah diperintahkan untuk berhati-hati, teliti dan penuh pertimbangan dalam memilih pasangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria yang paling utama adalah agama yang baik. Setiap muslim atau muslimah yang ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan sosok suami atau istri yang baik agamanya, ia memahami aqidah Islam yang benar, ia menegakkan shalat, senantiasa mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menganjurkan memilih istri yang baik agamanya “Wanita dikawini karena empat hal : ……. hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka”. [HR. Bukhari- Muslim]. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga mengancam orang yang menolak lamaran dari seorang lelaki shalih “Jika datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya (untuk melamar), maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi” [HR. Tirmidzi, Ibnu Majah].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada beberapa kriteria lainnya yang juga dapat menjadi pertimbangan untuk memilih calon istri atau suami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebaiknya ia berasal dari keluarga yang baik nasabnya (bukan keluarga pezina atau ahli maksiat)&lt;br /&gt;2. Sebaiknya ia sekufu. Sekufu maksudnya tidak jauh berbeda kondisi agama, nasab dan kemerdekaan dan kekayaannya&lt;br /&gt;3. Gadis lebih diutamakan dari pada janda&lt;br /&gt;4. Subur (mampu menghasilkan keturunan)&lt;br /&gt;5. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan jika engkau pandang…” [HR. Thabrani]&lt;br /&gt;6. Hendaknya calon istri memahami wajibnya taat kepada suami dalam perkara yang ma’ruf&lt;br /&gt;7. Hendaknya calon istri adalah wanita yang mengaja auratnya dan menjaga dirinya dari lelaki non-mahram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Shalat Istikharah Agar Lebih Mantap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya urusan memilih calon pasangan, membuat seseorang layak untuk bersungguh-sungguh dalam hal ini. Selain melakukan usaha, jangan lupa bahwa hasil akhir dari segala usaha ada di tangan Allah Azza Wa Jalla. Maka sepatutnya jangan meninggalkan doa kepada Allah Ta’ala agar dipilihkan calon pasangan yang baik. Dan salah satu doa yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan shalat Istikharah. Sebagaimana hadits dari Jabir Radhiyallahu’anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan kepada kami istikharah dalam segala perkara sebagaimana beliau mengajarkan Al Qur’an” [HR. Bukhari].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Datangi Si Dia Untuk Nazhor Dan Khitbah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah pilihan telah dijatuhkan, maka langkah selanjutnya adalah Nazhor. Nazhor adalah memandang keadaan fisik wanita yang hendak dilamar, agar keadaan fisik tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk melanjutkan melamar wanita tersebut atau tidak. Terdapat banyak dalil bahwa Islam telah menetapkan adanya Nazhor bagi lelaki yang hendak menikahi seorang wanita. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika salah seorang dari kalian meminang wanita, maka jika dia bisa melihat apa yang mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah”&lt;/span&gt; [HR. Abu Dawud].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam nazhor disyaratkan beberapa hal yaitu, dilarang dilakukan dengan berduaan namun ditemani oleh mahrom dari sang wanita, kemudian dilarang melihat anggota tubuh yang diharamkan, namun hanya memandang sebatas yang dibolehkan seperti wajah, telapak tangan, atau tinggi badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil tentang adanya nazhor dalam Islam juga mengisyaratkan tentang terlarangnya pacaran dalam. Karena jika calon pengantin sudah melakukan pacaran, tentu tidak ada manfaatnya melakukan Nazhor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bulat keputusan maka hendaknya lelaki yang hendak menikah datang kepada wali dari sang wanita untuk melakukan khitbah atau melamar. Islam tidak mendefinisikan ritual atau acara khusus untuk melamar. Namun inti dari melamar adalah meminta persetujuan wali dari sang wanita untuk menikahkan kedua calon pasangan. Karena persetujuan wali dari calon wanita adalah kewajiban dan pernikahan tidak sah tanpanya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “T&lt;span style="font-style:italic;"&gt;idak sah suatu pernikahan kecuali dengan keberadaan wali&lt;/span&gt;” [HR. Tirmidzi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Siapkan Mahar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu dipersiapkan adalah mahar, atau disebut juga mas kawin. Mahar adalah pemberian seorang suami kepada istri yang disebabkan pernikahan. Memberikan mahar dalam pernikahan adalah suatu kewajiban sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maka berikanlah kepada mereka maharnya sebagai suatu kewajiban”&lt;/span&gt; [QS. An Nisa: 24]. &lt;br /&gt;Dan pada hakekatnya mahar adalah ‘hadiah’ untuk sang istri dan mahar merupakan hak istri yang tidak boleh diambil. Dan terdapat anjuran dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam untuk tidak terlalu berlebihan dalam mahar, agar pernikahannya berkah. Sebagaimana telah dibahas di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu semua dijalani akhirnya sampailah di hari bahagia yang ditunggu-tunggu yaitu hari pernikahan. Dan tali cinta antara dua insan pun diikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Belum Sanggup Menikah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah uraian singkat mengenai kiat-kiat bagi seseorang yang hendak menapaki tangga pernikahan. Nah, lalu bagaimana kiat bagi yang sudah ingin menikah namun belum dimampukan oleh Allah Ta’ala? Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya: “O&lt;span style="font-style:italic;"&gt;rang-orang yang belum mampu menikah hendaknya menjaga kesucian diri mereka sampai Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya”&lt;/span&gt; [QS. An Nur: 33]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As Sa’di menjelaskan ayat ini: “Y&lt;span style="font-style:italic;"&gt;aitu menjaga diri dari yang haram dan menempuh segala sebab yang dapat menjauhkan diri keharaman, yaitu hal-hal yang dapat memalingkan gejolak hati terhadap hal yang haram berupa angan-angan yang dapat dikhawatirkan dapat menjerumuskan dalam keharaman&lt;/span&gt;” [Tafsir As Sa’di]. Intinya, Allah Ta’ala memerintahkan orang yang belum mampu untuk menikah untuk bersabar sampai ia mampu kelak. Dan karena dorongan untuk menikah sudah bergejolak mereka diperintahkan untuk menjaga diri agar gejolak tersebut tidak membawa mereka untuk melakukan hal-hal yang diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga menyarakan kepada orang yang belum mampu untuk menikah untuk banyak berpuasa, karena puasa dapat menjadi tameng dari godaan untuk bermaksiat [HR. Bukhari-Muslim]. Selama masih belum mampu untuk menikah hendaknya ia menyibukkan diri pada hal yang bermanfaat. Karena jika ia lengah sejenak saja dari hal yang bermanfaat, lubang kemaksiatan siap menjerumuskannya. Ibnul Qayyim Al Jauziyah memiliki ucapan emas: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil”&lt;/span&gt; (Al Jawabul Kaafi Liman Sa’ala ‘An Ad Dawa Asy Syafi, hal. 109). Kemudian senantiasa berdoa agar Allah memberikan kemampuan untuk segera menikah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahul Musta’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: buletin.muslim.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-6395694366663444882?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/6395694366663444882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/07/kiat-kiat-menuju-pelamin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/6395694366663444882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/6395694366663444882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/07/kiat-kiat-menuju-pelamin.html' title='Kiat-Kiat Menuju Pelamin'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl2Hrt-bWdI/AAAAAAAAACs/-9xoJHflHbk/s72-c/bemineroses.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-1277442612487839932</id><published>2009-07-15T13:20:00.003+07:00</published><updated>2009-07-15T13:55:58.163+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Wanita'/><title type='text'>Salahkah Seorang Ikhwan Memilih Calon Istri yang Cantik?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl19Z_mSbwI/AAAAAAAAACk/qSJBC98H8g0/s1600-h/PPL1144.GIF"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 84px; height: 125px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl19Z_mSbwI/AAAAAAAAACk/qSJBC98H8g0/s200/PPL1144.GIF" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358577017162985218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cantik adalah istilah bagi seorang wanita yang memiliki paras menawan, berkulit putih, tubuh semampai, berambut terurai, dan penuh pesona. Kriteria itu sudah merekah bagi kebanyakan orang  ………..&lt;br /&gt;ehm sedihnya aku tak termasuk criteria itu:f:f&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehm ga penting yah, kita lanjutkan pembahasannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari judulnya pasti kita berkaca-kaca apakah kita termasuk wanita-wanita yang menjadi salah satu pilihan para ikhwan ataupun lelaki yang menjadi pendamping hidupnya. Tapi di pembahasan posting kali ini, kita akan memaparkan kondisi aktual para ikhwan dalam mempersepsikan wanita-wanita calon pendampingnya. Saya mengambil artikel tersebut dari sebuah situs Islam &lt;a href="http://muslim.or.id"&gt;yang ini&lt;/a&gt; dan saya kembangkan dengan bahasa saya sendiri. Pastinya tanpa mengurangi esensi dari pembahasan tersebut. Ok kita lanjutkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan sudah lumrah menjadi salah satu daya tarik yang memikat setiap lelaki. Wajarlah jika para produsen menggunakan jasa wanita cantik untuk melariskan barang dagangan mereka dan memang tak bisa dipungkiri! &lt;br /&gt;Begitupula masalah memilih pasangan hidup tentu setiap lelaki memiliki kriteria tertentu tentang calon istri yang akan di nikahinya. Kalau mau jujur dalam setiap kriteria itu diantara salah satunya adalah menginginkan calon istrinya berwajah cantik atau sedap dipandang mata, tidak membosankan. Salahkah bila seorang ikhwan menghendaki atau menginginkan seorang istri yang cantik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai sahabat saudariku,.. jangan bersungut ataupun bersedih dahulu menyalahkan si ikhwan yang berselera demikian. Karena pernikahan itu sendiri adalah ibadah, terkadang iman akan naik dan turun. Tentunya sangat membutuhkan sebab-sebab yang dapat merekatkan tali pernikahan dimasa mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kecantikan adalah merupakan daya tarik bagi si ikhwan itu yang nantinya akan mengekalkan hubungan percintaan (pernikahan)dan kasih sayangnya kepada wanita yang akan di nikahinya maka islam tidaklah melarangnya. Karena ia adalah fitrah atau naluri yang Allah subhanahu wata’ala ciptakan untuk manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita simak hadits berikut ini, dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu alaihi wassalam beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;wanita itu biasa dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena kemuliaan keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah yang beragama, karena kalau tidak niscaya engkau akan merugi&lt;/span&gt;”1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian marilah kita simak penjelasan fiqh hadits diatas:2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits diatas menjelaskan kepada kita tentang adat atau kebiasaan laki-laki menikahi wanita karena salah satu dari empat perkara diatas.Yaitu diantara mereka mengutamakan (cenderung) kepada harta, kemulian keturunannya (nasabnya), kecantikannya, dan karena agama si wanita tersebut.Kemudian Nabi kita yang mulia memberikan petunjuk kepada kita agar memilih yang tertinggi dan termulia yang akan memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat yaitu pilihlah yang beragama.Yaitu pilihlah wanita karena keshalihahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi hal ini tidak berarti bahwa laki-laki tidak boleh memilih wanita yang cantik dan seterusnya. Tidak demikian! Ini adalah sebuah kesalahan di dalam memahami hadits. Akan tetapi maksudnya -Insya Allah- seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya ada seorang laki-laki memilih wanita yang cantik parasnya. Kemudian dia melihat apakah pilihannya seorang wanita shalihah? Kalau jawabannya adalah: ‘ya’ maka dia boleh melanjutkan pilihannya. Kiaskanlah dengan keistimewaan yang lainnya! Tetapi kalau jawabannya ‘tidak’, maka dia dihadapkan kepada dua pilihan yang salah satunya harus dia tentukan dan tetapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun dia melanjutkan pilihannya berarti dia telah mendahulukan kecantikan dari keshalihan.Kalaupun dia membatalkan pilihannya berarti dia telah mendahulukan keshalihan (agama) dari kecantikan. Atau ketika akan memilih dia menentukan sesuai dengan apa yang dia mau atau sesuai dengan seleranya misalnya: “Saya akan memilih wanita yang cantik, yang tinggi, yang putih, yang begini dan begitu dan seterusnya.” Pilihan yang seperti ini dibolehkan dan agama tidak pernah melarangnya.Karena memang berjalan dengan fitrah manusia. Oleh karena itu Nabi kita shalallahu alaihi wassalam mengatakan: “Wanita itu biasa dinikahi karena empat perkara…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi tetap saja penentuan akhirnya ada pada agama si akhwat tersebut, sebagaimana sabda Nabi mengakhiri dan menutup sabdanya: Maka pilihlah yang beragama! Maksudnya janganlah kau kalahkan agamamu dengan segala kecantikan dan harta benda duniawi. Padahal sebaik-baik kesenangan, kemewahan, harta benda dunia adalah wanita shalihah. Kalau pilihanmu jatuh pada wanita shalihah berarti engkau telah memiliki harta benda dan kesenangan dunia yang terbaik. Istimewa kalau wanita shalihah pilihanmu itu seperti yang kau ingini. Hukum ini juga berlaku bagi setiap muslimah yang akan menjatuhkan pilihannya kepada laki-laki muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahu penjelasan hadits diatas tentu kita melihat betapa indahnya islam sejalan dengan fitrah manusia. Karena kecenderungan merupakan hak mutlak bagi setiap pasangan yang akan menikah untuk mengekalkan hubungan mereka maka islampun menganjurkan agar mereka melihat (nazhar) hal-hal yang dapat membuat mereka tertarik untuk segera menikah dan salah satunya adalah faktor kecantikan yang dimana terkadang sangat mempengaruhi hati atau hasrat seorang laki-laki untuk segera menikahi wanita yang telah dilihatnya. Wallahu ‘alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;- Al Masail Masalah-masalah Agama jilid 7, Abdul hakim Abdat, Darus Sunnah, Jakarta, 2006.&lt;br /&gt;- Fiqh Wanita, Syaikh Kamil Uwaidah, Pustaka Kautsar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-1277442612487839932?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/1277442612487839932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/07/salahkah-seorang-ikhwan-memilih-calon.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/1277442612487839932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/1277442612487839932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/07/salahkah-seorang-ikhwan-memilih-calon.html' title='Salahkah Seorang Ikhwan Memilih Calon Istri yang Cantik?'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl19Z_mSbwI/AAAAAAAAACk/qSJBC98H8g0/s72-c/PPL1144.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-1376301327306437327</id><published>2009-07-15T13:10:00.002+07:00</published><updated>2009-07-15T13:19:05.696+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Psikologi'/><title type='text'>Rasa Cemburu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl10wZEX0CI/AAAAAAAAACU/MfFRNSFRrEk/s1600-h/bavari86.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl10wZEX0CI/AAAAAAAAACU/MfFRNSFRrEk/s200/bavari86.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358567506352525346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kita sudah menjalin dan membina suatu hubungan, apakah hubungan intim dalam masa kenalan atau masa perwakinan, pengalaman yang tidak menyenangkan akan terjadi, yaitu timbulnya rasa cemburu antar pasangan :#:v:#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa cemburu merupakan salah satu indikator hal-hal yang positif bagi kita terhadap pasangan, karena dengan rasa cemburu menjadi tolak ukur agar pasangan kita dapat menjaga sikap maupun tingkah laku dalam berkomunikasi dengan lawan jenis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya Islam mengajarkan agar dalam berkomunikasi dengan beda mahram agar menjaga pandangannya, tetapi bagi sebagian orang yang tidak paham tingkah laku seenaknya dengan lawan jenis menjadi pemicu rasa ketakutan bagi pasangan-pasangan yang sudah menikah. Misalnya saja seringnya berbaurnya kaum hawa dengan kaum adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa cemburu sangat dikaitkan dengan kondisi psikologis seseorang…………tetapi paradigma tentang esensi rasa cemburu terus berubah. maka dari itu untuk mengetahui paparan pengalaman rasa cemburu coba kita lihat paparan posting kali ini. ;);)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rasa cemburu&lt;/span&gt; merupakan pengalaman emosional merupakan pengalaman emosional negative sebagai hasil dari kemungkinan akan kehilangan relasi yang berharga, baik oleh kehadiran pesaing yang riil (nyata) maupun pesaing yang dibayangkan ada. &lt;br /&gt;Rasa cemburu selalu diikuti berbagai perasaan yang berkisar antara rasa sedih :f, rasa terabaikan :c  atau bahkan merasa kehilangan kebanggaan oleh perasaan dicintai dan didambakan seseorang yang sangat berarti dan bermakna dalam kehidupan pada saat tertentu :@&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat tiga perasaan yang merupakan perasaan inti yang membuat definisi cemburu semakin jelas, yaitu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;sakit hati&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kemarahan&lt;/span&gt; yang amat sangat yang sering sekaligus diikuti rasa &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;cemas&lt;/span&gt; bahkan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ketakutan&lt;/span&gt; :t :#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit hati mengikuti pengalaman yang menunjukkan pasangan telah gagal menghormati komitmennya terhadap relasi yang telah terjalin. Sedangkan kekuatan dan rasa cemas berangkat dari proses keikatan emosional dan rasa kehilangan ikatan emosional yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, rasa cemburu tidak melulu disebabkan rasa sakit hati kehilangan keintiman berpasangan, melainkan juga oleh berbagai macam sebab lain. &lt;br /&gt;Misalnya, pasangan kita harus kerja ke luar negeri karena pekerjaan yang lebih menjamin masa depan yang menjanjikan atau kematian pasangan akibat kecelakaan.&lt;br /&gt;Namun, memang terdapat keunikan elemen dalam perasaan cemburu, yaitu kehadiran pesaing romantis, yang sering disebut orang ketiga, yang mengancam kelanggengan hubungan intim yang terjalin dengan pasangannya.:v:v:v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dikatakan untuk menjadi cemburu,  seseorang harus memiliki hubungan yang terancam sirna dengan kehadiran pesaing yang romantis sehingga mengancam hubungan intim yang telah terjalin. Apalagi bila pesaing tersebut adalah teman baiknya, kecuali bila teman/sahabat tersebut kemudian merasa bersalah karena merasa dikhianati sahabat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus ini, kemarahan dan kebencian justru akan diarahkan kepada pasangan yang dinilai memulai “main mati adalah kemarahan yang timbul bisa menjadi penyebab perilaku menyerang. Dalam hal ini, bisa kita pahami tentang ekstrimnya kemarahan dengan membunuh akibat dari rasa cemburu. Penelitian di AS menyebutkan, 13 persen dari kasus pembunuhan disebabkan salah satu pasangan membunuh pasangannya dengan dasar cemburu sebagai motif utama.(Buss, 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Reaksi terhadap Cemburu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemburu adalah pengalaman yang membuat seseorang merasa tidak berbahagia. Namun, reaksi cultural yang sering muncul pada sekitar lima enam decade terdahulu adalah penilainan positif terhadap rasa cemburu yang menyatakan rasa cemburu merupakan bukti bahwa pasangan mencintai dirinya dan merupakan hal yang memberi efek bagi kelanggengan suatu perkawinan :L :$ :L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekitar tahun 1980 pendapat tentang cemburu berubah dengan menyatakan bahwa rasa cemburu merupakan ungkapan perasaan ketidakamanan psikis. Rasa cemburu seperti itu merupakan hasil perkembangan sikap mental yang tidak sehat dan ketidakoptimalan fungsi kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada awal abad ke-21 ini, perkembangan reaksi terhadap cemburu mengarahkan pada kesimpulan bahwa orang yang dilanda cemburu adalah orang yang berada dalam kondisi mental yang sama dengan “pedang bermata dua”. Artinya pada satu mata pedang merupakan ekpresi rasa cinta terhadap pasangan sehingga takut sekali kehilangan relasi yang mesra dengan pasangan, sedangkan pada mata pedang lainnya merupakan ekpresi keadaan paranoid (kecurigaan yang bersifat patologis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepekaan terhadap berkembangnya rasa cemburu antar pasangan pada masa-masa terakhir ini cenderung meningkat, sual pun cenderung memiliki dugaan dan berpikir bahkan dengan orang lain selain dirinya. Dugaan tersebut membuat parahnya perkembangan rasa cemburu salah satu pasangan pada pasangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ungkapan cinta memang akan lebih semarak dengan kehadiran rasa cemburu dalam batas wajar, namun cemburu yang berlebihan kecuali menyiksa batin sendiri juga justru membuka peluang bagi kehancuran perkawinan. Pilihan diserahkan kepada anda sendiri………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-1376301327306437327?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/1376301327306437327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/07/rasa-cemburu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/1376301327306437327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/1376301327306437327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/07/rasa-cemburu.html' title='Rasa Cemburu'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl10wZEX0CI/AAAAAAAAACU/MfFRNSFRrEk/s72-c/bavari86.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-6975577953882132896</id><published>2009-07-15T12:13:00.005+07:00</published><updated>2009-07-15T12:52:38.957+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>KARENANYA KAU DIPILIH !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl1uUNEuKqI/AAAAAAAAACM/uP6askclirM/s1600-h/A1LTWN03.GIF"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 87px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl1uUNEuKqI/AAAAAAAAACM/uP6askclirM/s320/A1LTWN03.GIF" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358560425026661026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyakkah wanita yang belum menemukan jodohnya :t :t :t Sungguh suatu fenomena yang memprihatinkan. Bukankah pernikahan merupakan kebutuhan mendasar :$:$  Semua orang menginginkan dan merindukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari jumlah perempuan yang semakin membengkak, tentu tak luput dari faktor kriteria pilihan :L :L :L.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri lelaki biasanya memasang setumpuk kriteria calon istrinya :@:@, begitupun dengan wanita punya segudang syarat untuk calon suaminya :p:p. Tidak jarang saking ketat dan tingginya kriteria mengakibatkan jodoh sebatas angan-angan :d:d:d&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembang, sebut saja begitu, usia sudah merayap pada angka 40-an tahun. Berkali-kali proses pernikahannya gagal. Cantik memang tidak dimilikinya, tinggi juga kurang, kekayaan pun tidak  bisa diharapkan, parahnya lagi dia juga bukan tipe wanita yang rajin mengkaji ilmu agama dan akhlak. Hari-harinya dilalui dengan penuh tanda tanya, kapankah suami akan diperolehnya :$:$:$ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SIAPA MENOLAK SALIHAH?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaca dari kasus ini sudah semestinya kalau kaum muslimah menggali potensi untuk meningkatkan kualitas diri. Cantik dan tidak memang sudah dari sananya, demikian juga dengan kecerdasan, tingkat sosial, dan semacamnya. Ada yang bisa dikembangkan sehingga menjadi muslimah berkualitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian kepada ilmu agama disertai tentunya dengan penempaan diri sehingga menghasilkan akhlak yang mulia. Tiada pilihan kecuali menjadi wanita yang salihah.&lt;br /&gt;Cantik, yang biasanya dijadikan patokan utama oleh kebanyakan orang, tanpa disertai sifat kesalihatan bisa berbahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pintar&lt;/span&gt; juga akan merepotkan bila tidak dikawal oleh akhlak yang baik, bisa menjadi wanita yang panjang lidah, tidak sopan dan beradab, atau selalu menjadi pembangkang. Begitu juga yang &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;berharta&lt;/span&gt;, tanpa bimbingan agama, kekayaannya sering tidak membawa manfaat, bahkan sebaliknya menjadi bencana. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Status sosial&lt;/span&gt; yang tidak dibarengi kualitas agama yang baik hanya akan memunculkan sifat keangkuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;wanita shalihat&lt;/span&gt;; tanpa kecantikan, kekayaan, kepintaran dan status sosial akan tetap mendatangkan kebaikan. Lebih-lebih bila disertai oleh satu atau lebih sifat yang empat itu, tentu akan menjadi primadona. &lt;br /&gt;Siapa yang tidak ingin menikah dengan wanita kaya, cantik, pintar dan terpandang, shalihat lagi :L:L:L:L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;INILAH WANITA PILIHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi tuntunan dalam memilih wanita yang akan dijadikan sebagai istri. Bukan sekedar memilih yang pintar, tapi pria mesti pintar memilih dan wanita pun harus berlaku pintar agar menjadi sosok pilihan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan beberapa sifat seorang wanita salihah, pendek tapi cukup untuk menjadi pedoman bagi muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah kalian mau saya beritahu tentang simpanan seseorang yang yang paling berharga? Yaitu wanita salihah yang (suaminya) menjadi bahagia bila memandangnya, bila diperintah segera dipenuhi, dan bila suaminya tidak ada dia menjaga kehormatannya.&lt;/span&gt;” (riwayat Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang akan menjadikan seorang wanita sebagai pilihan, simpanan nan berharga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Taat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang gadis yang terbiasa taat pada orang tua, akan mudah taat pada suami ketika sudah menikah nanti. Selama perintah suaminya adalah ma’ruf (tidak menyelisihi syariat) dia segera melaksanakannya. Bila perintah tersebut tidak berkenan, akan dicarinya waktu yang tepat untuk meyakinkan suami agar mengurungkan perintahnya tanpa dibarengi bantahan, penentangan, atau pemaksaan kehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Enak Dipandang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak harus cantik. Dengan mengoptimalkan segala potensi yang dimilikinya seorang wanita akan membuat senang suami yang memandangnya. Dia akan mampu membuat suaminya merasa nyaman, tenang dan puas. Rasa lelah yang dirasakan suami setelah bekerja seharian sirna oleh sambutan sang istri. Dengan begitu suami tidak akan berbuat yang tidak-tidak ketika di luar rumah. Hal ini akan mudah dilakukan oleh wanita yang terbiasa bersikap manis dan murah senyum kepada orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Cinta dan Pasrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria tentu berharap mendapat seorang istri yang mampu mencintai sepenuh hati dan bersikap pasrah. Wanita yang dalam berbuat dan bertingkah laku selalu berupaya menyenangkan suami dan menjauhi hal-hal yang mendatangkan kebenciannya. Kalau suami, saat di rumah, tidak mendapatkan istri yang bersikap manis, penuh kasih, bersih, senantiasa tersenyum memikat, perkataan indah, penuh cinta nan suci, akhlak islami serta sentuhan tangan yang penuh kasih sayang, maka di mana lagi dia bisa mendapatkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Suka Membantu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita salihah adalah yang selalu mengajak suaminya pada kebaikan agama dan dunianya. Bukannya memberatkan, namun justru mengingatkan suami untuk selalu berlaku taat pada Allah subhanahu wa ta’ala, serta memberikan saran dan pendapat demi kemajuan usaha sang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha, istri pertama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sekaligus ibu kita semua, merupakan teladan wanita pilihan. Beliau sumbangkan harta dan perhatiannya untuk perjuangan Rasulullah, menyantuni kerabat dan selalu menyambung silaturahmi. Akankah Anda mewarisi sifat dan perilakunya? Kalau ya, karenanyalah engkau dipilih :) :) :):)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah NIKAH Vol.3. No.12, Maret 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-6975577953882132896?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/6975577953882132896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/07/karenanya-kau-dipilih.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/6975577953882132896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/6975577953882132896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/07/karenanya-kau-dipilih.html' title='KARENANYA KAU DIPILIH !'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sl1uUNEuKqI/AAAAAAAAACM/uP6askclirM/s72-c/A1LTWN03.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-4623886545661898005</id><published>2009-07-02T11:04:00.002+07:00</published><updated>2009-07-02T11:51:37.589+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Psikologi'/><title type='text'>Post Power Syndrome</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Skw8xnGfh3I/AAAAAAAAAB8/sGyy5pb_77I/s1600-h/ad12.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Skw8xnGfh3I/AAAAAAAAAB8/sGyy5pb_77I/s200/ad12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353720880044148594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam minggu yang begitu tenang disekitar rumahku dan suasana hening membuat mataku untuk segera terpenjam karena lelahnya hari yang telah dilalui :s :s :s :s Waktu yang sudah menunjukkan jam 10 malam, ini adalah waktu yang biasanya untuk tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan letihnya badan berusaha menenangkan jiwa dengan nikmatnya tempat tidur yang empuk. Hampir juga terlelap mata, lalu ada suara gaduh terdengar dari rumah belakang saya :# :# :#… dari suara itu  sangat keras terdengar dan saya perhatikan sumber suara itu dari tetangga saya yang biasa saya panggil om R berteriak-teriak dan anak-anak perempuannnya bergitu histeris…….. :@ :@ :@&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian saya lihat dari jendela terlihat anak-anak perempuan om R membawa ibunya untuk diminta perlindungan dengan saudara yang juga tetangganya persis didepan rumah saya:t :t&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah malam pihak keluarga ku diam saja karena tidak mau mengganggu rumah tangga orang. Dari peristiwa nyata tersebut lalu saya berusaha menguraikan kasus tersebut dari sudut pandang psikologi……….Saya perhatikan om R saat ini mengalami kejenuhan akibat tidak adanya rutinitas keseharian akibat pension dini... Yah biasa dikatakan terkena PPS. Apa itu PPS………..????:x :d :x :d&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PPS biasa disebut Post  Power Syndrome merupakan sekumpulan gejala yang muncul ketika seseorang tidak lagi memduduki suatu posisi sosial yang biasanya satu jabatan dalam institusi tertentu. &lt;br /&gt;Kondisi Post syndrome terjadi bila seseorang mengalami pemutusan hubungan kerja, sesudah masa jabatan berakhir, mengalami pensiun dini oleh berbagai sebab atau usia kalendernya telah mencapai usia dimana orang bersangkutan harus pensiun. &lt;br /&gt;Jadi kekosongan tugas oleh berbagai sebablah yang membuat orang terkena PPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak setiap orang yang kehilangan jabatan akan menderita PPS, karena karakter kepribadian orang tersebut juga menentukan apakah ia akan mengalami PPS kelak bila dihadapkan pada masa pensiun wajar atau pensiun dini oleh berbagai sebab, serta kehilangan jabatan tertentu oleh mutasi/restrukturisasi institusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat kisaran tipe kepribadian yang rentan terhadap PPS yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. seseorang yang pada dasarnya memiliki kepribadian yang ditandai kekurang tangguhan mental sehingga jabatan tanpa disadarinya menjadi pegangan, penunjang ketidaktangguhan fungsi kepribadian secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Seseorang yang pada dasarnya sangat terpaku pada orientasi kerja dan menganggap pekerjaan sebagai satu-satunya kegiatan yang dinikmati dan seolah menjadi “istri pertama”nya. Orang seperti ini akan sangat mengabaikan pemanfaatan masa cuti dengan cara kerja, kerja dan kerja terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jadi PPS tidak melulu merupakan kondisi yang disebabkan oleh faktor eksternal seperti restrukturisasi institusi atau tibanya masa pensiun, namun faktor internal seperti tipe pribadi ikut menjadi salah satu kontribusi penting dalam PPS tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penyebab internal PPS&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Turner &amp; Helms (1983) menyatakan bahwa terdapat beberapa penyebab faktor internal bagi pekembangannya PPS pada diri seseorang yang kehilangan jabatan yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. kehilangan harga diri karena dengan hilangnya jabatan seseorang merasa kehilangan perasaan memiliki dan yang dimiliki, artinya dengan jabatan seseorang akan merasa menjadi bagian penting dari institusi, sehingga juga merasa dimiliki oleh institusi. Dengan jabatan pula seseorang merasa lebih yakindiri karena diakui kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. kehilangan latar belakang kelompok eksklusif misalnya kelompok manager, kelompok kepala seksi, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. kehilangan perasaan berarti dalam satu kelompok tertentu. Jabatan memberikan perasaan berarti yang menunjang peningkatan kepercayaan diri seseorang.&lt;br /&gt;4. kehilangan orientasi kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. kehilangan sebahagian sumber penghasilan yang terkait dengan jabatan yang dipegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab internal tersebut tentu saja akan mengakibatkan berkembangnya reaksi frustasi yang akan mengakibatkan mengembangkan sekumpulan gejala psikososial yang antara lain ditandai oleh sensitif secara emosional seperti cepat marah, cepat tersinggung, uring-uringan tanpa sebab jelas, gelisah, dan diliputi kecemasan berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mendadak menjadi agresif dengan peningkatan intensitas aktifitas yang tidak terkendali demi tercapainya pengakuan akan ekstitensi diri dari lingkungan dimana orang tersebut berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi psikis yang sedemikian tegangnya akan berpenagruh terhadap ketegangan serta gangguan fungsi syaraf otonom yang berpengaruh pada gangguan fisiologis berupa ganggguan metabolisme tubuh, sehingga penyertaan reaksi somatisasi berupa aneka keluhan fisik pun tidak terhindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya iklim relasi dalam keluarga pun menjadi terganggu karena kecenderungan orang PPS menjadikan istri dan anak-anak sebagai ajang pelampiasan kekuatan kekuasaan terdahulu terhadap anak buah saat memangku jabatan. Orang ini akan menjadi otoriter, dominan dan sulit diajak kompromi dalam relasi dengan anggota keluarga, sehingga sering meluncur bentakan, makian, serta kemarahan tanpa terkendai ditujukan kepada anggota keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kiat Praktis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dapat menghidar dan mencegah berkembangnya PPS asalkan ada upaya khusus.&lt;br /&gt;Upaya internal. Sejak menerima jabatan tetap menjaga jarak emosional yang wajar antara diri dan jabatan tersebut, aertinya memang karir setinggi mungkin tetap harus kita jangkau dan menjadi cita-cita demi kepuasan batin, namun bila karir telah dicapai melalaui kesempatan menduduki jabatan tertinggi, tempatkanlah jabatan tersebut dalam posisi wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pekerja keras adalah tuntutan kerja utama, namun jangan menempatkan kerja formal sebagai satu-satunya dunia yang menjadi fokus utama.&lt;br /&gt;Tanamkanlah dalam diri bahwa jabatan hanya bersifat sementara. Memang dalam pelaksanaan jabatan dipelukan sikapserius dan sungguh-sungguh, namun tetap berlaku. Tidak ada jabatan yang dapat diemban seumur hidup. Akan tiba saatnya beristirahat dna menikmati masa istirahat tersebut dengan cara yang sehat baik mental maupun fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-4623886545661898005?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/4623886545661898005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/07/post-power-syndrome.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/4623886545661898005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/4623886545661898005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/07/post-power-syndrome.html' title='Post Power Syndrome'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Skw8xnGfh3I/AAAAAAAAAB8/sGyy5pb_77I/s72-c/ad12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-5821320050608504156</id><published>2009-06-30T12:32:00.000+07:00</published><updated>2009-06-30T12:48:40.949+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Jiwa'/><title type='text'>Proses terjadinya Stress</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SkmkQhoNuUI/AAAAAAAAABQ/o23ceeNSrlk/s1600-h/bavari1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 138px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SkmkQhoNuUI/AAAAAAAAABQ/o23ceeNSrlk/s200/bavari1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352990235918448962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Proses Terjadinya stress dan hal-hal yang menimbulkan trauma psycis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia dalam kehidupannya akan mengalami trauma pada jiwanya, tapi dampak / efeknya kepada kekuatan jiwa orang tersebut (kekuatan mental). Orang yang tidak beriman akan memiliki mental yang lemah, ditandai dengan pikiran (ratio) yang sempit dan perasaan yang rendah. Hai ini dikarenakan komponen jiwa yang berfungsi hanyalah ratio dan rasa saja. Jangankan menghadapai bencana alam, bagi orang yang lemah mentalnya menghadapi jalan macet saja akan mudah stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Stres diawali dengan adanya konflik batin. Konflik jiwa ini terjadi karena harapan (perasaan) bertentangan dengan kenyataan (ratio). Dalam keadaan tenang ibarat sebuah bola berbentuk bundar, tetapi manakala menghadapi konflik, berarti jiwa tertekan oleh dua komponen yang berlawanan. Perasaan berharap ke atas tapi ratio kenyataan ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan akan segera menikah dnegan sudah pacaran dan dilamar tapi ratio (kenyataan) pacarnya menikah dengan orang lain. Terjadilah trauma psychis yang menjadi konflik jiwa dan berlanjut menjadi stress dikarenakan komponen jiwa yang ketiga tidak berfungsi karena tidak ada Iman. Ini adalah problem jodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sekolah tinggi menjadi sarjana, perasaan berharap mudah mencari lapangan perkerjaan lalu mencari nafkah / rizki, tapi kenyataan (ratio) melamar pekerjaan kemanapun tidak diterima. Maka terjadilah trauma psychis, konflik batin, konflik jiwa dan berlanjut menjadi stress karena tidak ada Iman. Ini menghadapi problem rizki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami istri yang menikah, mengharapkan segera mempunyai anak, mengharapkan segera mempunyai anak, bahkan suaminya adalah dokter ahli kandungan. Perasaan ingin segera menggendong anak tetapi kenyataan (ratio) hasil pemeriksaan kesehatan keduanya dinyatakan sehat dan tidak ada kelainan tetapi kenyataannya istri tidak kunjung hamil. Ini persoalan hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah dan berumah tnagga, perasaan menghapan h.idup bahagai dan sejahtera, tapi kenyataan (ratio) suaminya kasar, sering mengyakiti istri, selingkuh atau sebaliknya istrinya cerewet, selngkuh, dan lain-lain. Ini persoalan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat trauma psychis menimbulkankonflik bathin, maka pada tahap awal akan melahirkan perasaan kecewa. Perasaan kecewa ini Karena tidak ada iman. Bagi orang yang super (super cantik, super kaya, super berkuasa, dll) maka perasaan kecewa akan berubah menjadi marah. Maka ia akan melahirkan diri pada kebejatan moral. &lt;br /&gt;Bagi orang yang minder (rupa jelek, miskin, tidak punya kekuasaan, dll), maka rasa kecewa akan berubah menjadi rasa sedih, rasa tajut,rasa khawatir. Belombang perasaan ini akan menimbulkan emosi. Emosi ini akan menggoncangkan hypothallmus, mengacaukan system syaraf, akhirnya jasmani (raga) jatuh sakit. &lt;br /&gt;Itulah yang disebut penyakit psycoshomatic. (penyakit raga/soma) akibat gangguan jiwa, dengan gejala-gejala pusing, tidak bisa tidur, tidak nafsu makan, jantung berdebar, ujung tangan merasa dingin, pikiran tidak dapat berkonsentrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergantung pada kondisi kekuatan jiwa dan raganya apabila raganya yang lemah, maka lahirlah penyakit raga atau jasmaninya, seperti penyakit jantung, maag, paru-paru, kulit, dsb. Tetapi bila jiwanya yang lemah maka akan mewujudkan penyakit jiwa bahkan pecah jiwanya yang disebut &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;schizophrein&lt;/span&gt; dan akhir cerita penyakit ini adalag bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua terjadi karena manusia tersebut hidupnya hanya menggunakan ratio dan rasa saja, sedangkan komponen religi tidak berfungsi karena tidak ada iman. Bahkan unsur kepercayaan ini sudah diracuni atau diisi oleh pikiran (ratio) yang tidak benar dan perasaan yang jelek dikarenakan tidak ada iman yaitu kufur, musyrik, munafik, dan fasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-5821320050608504156?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/5821320050608504156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/proses-terjadinya-stress.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/5821320050608504156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/5821320050608504156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/proses-terjadinya-stress.html' title='Proses terjadinya Stress'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SkmkQhoNuUI/AAAAAAAAABQ/o23ceeNSrlk/s72-c/bavari1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-6709381982866882152</id><published>2009-06-30T10:35:00.000+07:00</published><updated>2009-06-30T11:13:03.472+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bimbingan Konseling Islam'/><title type='text'>Konsep Bimbingan Dan Konseling Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimbingan konseling adalah bimbingan atau upaya terhadap seseorang yang menghadapi problematik dalam kehidupan. Manusia hidup di alam dunia senantiasa akan menghadapi problem kehidupan selama hayat di kandung badan, baik problem yang nyata maupun yang tidak nyata.&lt;br /&gt;Semua yang terjadi di ala mini pertama kali akan di indrai oleh panca indra yang selanjutnya akan ditanggapi / diterima oleh jiwa. Apabila jiwa tidak bisa diatasi dan tidak bisa mendapatkan  jalan penyelesaian, inilah yang menjadi problem dan orang tersebut membutuhkan bimbingan konseling agar tidak menjadi rusak jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan di dunia penuh dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;contradiction&lt;/span&gt; ; ada senang dan ada susah, ada gembira dan ada sedih, ada sehat dan ada sakit, ada hidup dan ada mati. Setiap kejadian contradiction ini akan sangat berpengaruh terhadap jiwa dan bagaimana reaksi dari kejiwaan ini sangat bergantung kepada kondisi kekuatan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memberikan bimbingan, seorang konselor harus mengetahui kondisi kejiwaan dari pasiennya.&lt;br /&gt;Berbicara masalah jiwa, ilmu manusia tidak ada yang satisfied, tetapi ilmu Allah , sangat konstruktif dan praktis. &lt;br /&gt;Ilmu Allah ini tersurat didalam Al Quran sesuai firman Allah pada surat Yunus ayat 57 :&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran (ilmu) dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang beriman…&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan ini berenferensikan kepada AL Quran dan Sunnah Rosul (hadits), bukan berdasarkan pandapat manusia, karena yang menciptakan roh dan jiwa adalah Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembahasan kali ini, disusun sistematik sebagai berikut :&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Struktur tubuh manusia hidup&lt;br /&gt;• Peranan dan fungsi jiwa dalam kehidupan manusia&lt;br /&gt;• Proses terjadinya stress dan hal-hal yang menimbulkan trauma psykis&lt;br /&gt;• Konsepsi Al Quran dalam pembangunan jiwa yang sehat&lt;br /&gt;• Bimbingan konseling dalam konteks Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Pembahasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Struktur Tubuh manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur tubuh manusia hidup terdiri atas :&lt;br /&gt;• Raga / jasmani / soma&lt;br /&gt;• Jiwa / rohani / psyche&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruh yang menjadi manusia hidup dimasukkan Allah kepada jasmani manusia sesudah jabang bayi dalam kandungan berbentuk sempurna. &lt;br /&gt;QS As Sajadah ayat 9 artinya : “K&lt;span style="font-style:italic;"&gt;emudian Dia menyempurnakan (jasmani) dan meniupkan kepadanya (jasmani) ruh”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentang persoalan ruh, manusia tidak akan dapat mengetahuinya karena ruh ini adalah urusan ALLAH. QS Bani Israil ayat 85.&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakanlah: “ruh itu adalah urusan Tuhaaku dan kamu tidak diberikan ilmu melainkan hanya sedikit”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia mati bukan karena usia, bukan karena penyakit dan bukan karena  kecelakaan, tetapi karena ALLAH cabut ruh dari jasmani manusia. QS Al Waqiah ayat 56 :&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Akulah yang menentukan kematian diantara kalian dan Aku tidak bisa dihalangi (dikalahkan)”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terbatasnya (sedikitnya) ilmu tentang ruh yang dapat diketahui oleh manusia dengan mendeteksi gejala atau tingkah laku (perilaku) raga itulah yang disebut Jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalinan antara kedua tubuh ini dihubungkan dengan banyak (multi) system yang intinya :&lt;br /&gt;• System syaraf yang berpusat di otak dan sumsum tulang belakang.&lt;br /&gt;• System hormon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coordinator dari kedua system ini berada di bawah naungan otak yang disebut hypothalamus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raga (jasmani) dilengkapi dengan lima alat pengamat yang disebut panca indera, yakni :&lt;br /&gt;• Rasa lihat oleh mata&lt;br /&gt;• Rasa dengar oleh telinga&lt;br /&gt;• Rasa cium oleh hidung&lt;br /&gt;• Rasa kecap oleh lidah&lt;br /&gt;• Dan rasa raba oleh kulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa (bagian kecil dari ruh yang dapat diketahui oleh manusia) dilengkapi  Allah dengan tiga alat, yaitu :&lt;br /&gt;• Unsur rasa yang tersusun atas 3 tingkat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. tingkat religius (ihsan) berupa ikhlas, jujur, pemrah, taat, sabar, tawakal, rasa iman dsb.&lt;br /&gt;2. tingkat humanis berupa rasa aesthetika (keindahan), rasa aethica, rasa social dan rasa intelek (kebijaksanaan)&lt;br /&gt;3. tingkat animal berupa rasa gembira-senang,-riya (kucing, lumba-lumba), rasa takut (kura-kura), marah-sedih-kecewa (jerapah), malas-rakus-kikir (monyet), benci-iri-dendam (gajah) dan rasa sex (ayam-merpati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Unsur ratio / akal / intelek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Unsure religi / kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Peranan dan fungsi jiwa dalam kehidupan manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menentukan nilai manusia adalah jiwa (bukan raga), baik nilai social manupun nilai kesehatan dan bukan raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi dialam akan ditangkap oleh panca indera,selanjutny a melalui proses syaraf dan hormone dengan dijembatani oleh hypothalamus akan diterima oleh jiwa.&lt;br /&gt;Masalah-masalah baik atau buruk, senang atau susah, gembira atau sedih, semuanya akan diterima oleh komponen jiwa yang pertama (unsure rasa). Kita memahami seni dengan unsur jiwa yang pertama (perasaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan benar dan salah tentang suatu product ilmu (ilmu manusia) diterima oleh komponen jiwa yang kedua ratio / akal. Anak selolah sejak mulia SD hingga menjadi sarjana menerima ilmu dengan akal / ratio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata banyak problematika kehidupan yang tidak dapat diterima (dipahami / dipecahkan) oleh akal maupun perasaan, antara lain persoalan :&lt;br /&gt;• Hidup &lt;br /&gt;• Mati&lt;br /&gt;• Jodoh&lt;br /&gt;• Hamil&lt;br /&gt;• Lahir&lt;br /&gt;• Rizki&lt;br /&gt;• Sehat&lt;br /&gt;• Selamat&lt;br /&gt;• Bahagia&lt;br /&gt;• Sejahtera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua tidak bisa diterima / dipecahkan oelh ratio, apalagi oleh perasaan. Yang bisa dipecahkan oleh akal adalah ilmu manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Product dair akal / hasil pemikiran manusia dilahirkan ilmu. Product dari rasa (perasaan jwia manusia) melahirkan seni. Oleh Karen itu seni dan ilmu merupakan budaya, yang berasal dari kata “budi” yang berarti kemampuan (jiwa ). Maka dari itu, seni dan ilmu dimasukkan dalam departemen pendidikan dan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya Allah menganugerahkan komponen jiwa yang ketiga (religi/kepercayaan) yang harus diisi dengan iman, yakni dalam konsepsi Islam diisi dengan doktrin dua kalimat syahadat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syahadat yang pertama&lt;/span&gt; yang artinya “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya bersaksi (kepercayaan yang mapan) bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, realisasinya percaya atas kebenaran dan kebaikan firman Allah didalam Al Quran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syahadat yang kedua&lt;/span&gt; yang artinya : “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Rosul / utusan Allah&lt;/span&gt;, realisasinya adalah yakini atas kebenaran dan kebaikan sabda dan contoh Rosulullah dan kitabul Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Quran berisikan kumpulan ilmu Allah. QS Yunus ayat 57&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wahai segenap manusia, sungguh telah tiba kepadamu pengajaran (ilmu) dair Tuhanmu&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Persoalan-persoalan yang tersebut diatas dapat dipecahkan oleh komponen jiwa yang ketiga yang telah diisi dengan Iman, dengan pedoman / ilmu dari Allah (Al Quran dan Hadits).&lt;br /&gt;Maka dari itu, Allah turunkan wahyu pertama dengan kata “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;IQRO&lt;/span&gt;” yang berarti “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BACA&lt;/span&gt;”, haqiqatbta umat Islam diperintahkan mengkaji ayat-ayat Allah, “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bismirobbika&lt;/span&gt;” yang berarti “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dengan Nama TuhanMu&lt;/span&gt;” dimaksudkan supaya dikaji dengan guidance (pedoman) dari tuhanmu yakni Al Quran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat Allah bukan hanya sekedar yang tersurat di dalam Al Quran saja, akan tetapi jug ayat-ayat yang tersirat di alam semesta, sebagaimana firman Allah dalam surat Al Fusilat ayat 53. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami disegala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu ada benar”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi problem yang menimpa diri seseorang, ini adalah ayat Allah yang tersirat yang harus dikaji. Untuk pemahaman haqiqatnya diterangkan di dalam Al Quran sebagai ayat yang tersurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat yang tersirat di ala mini, merupakan peristiwa fisik atau syari’at maka untuk memahaminya, mengapa Allah izinkan terjadi persitiwa bencana, Maka jawaban haqeqatnya ada di dalam Al Quran.&lt;br /&gt;Dikajinya bukan dengan akal atau perasaan. Akal dan perasaan tidak akan mampu memahami hal ini. Oleh karena itu, komponen jiwa yang ketiga (religi) yang telah diisi dengan Iman dna pedoman ilmunya di dalam Al Quran akan dapat dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-6709381982866882152?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/6709381982866882152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/konsep-bimbingan-dan-konseling-islam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/6709381982866882152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/6709381982866882152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/konsep-bimbingan-dan-konseling-islam.html' title='Konsep Bimbingan Dan Konseling Islam'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-1600292593483136062</id><published>2009-06-30T10:25:00.000+07:00</published><updated>2009-06-30T10:30:08.950+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Wanita'/><title type='text'>Mengapa Harus Berbohong Tentang Umur…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SkmGrh2KUeI/AAAAAAAAABI/SlVvEWecJpI/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SkmGrh2KUeI/AAAAAAAAABI/SlVvEWecJpI/s200/8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352957714484580834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seringkali saya memperhatikan banyak wanita yang secara sengaja memperlihatkan dirinya yang berbeda dengan biasanya, yang ditonjolkan dengan cara bicara dan berpakaian. Saya secara jujur kurang simpatik ketika banyak wanita-wanita yang sudah diatas saya, yah bisa dibilang menjadi orang tua saya berpakaian sangat minim, ketat dan berbicara tidak bertutur lembut melainkan cuek dan kasar. &lt;br /&gt;Walaupun mengupayakan diri untuk menjadi pribadi yang bisa diterima oleh semua umur tidak dengan cara mengubah yang semestinya menjadi teladan anak-anak yang melihat dan memperhatikannya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan sosial dimana kita berada akan selalu menyimpulkan sesuatu tentang diri kita, termasuk umur kita sekaligus mengharapkan kita berprilaku sesuai dengan kesimpulan mereka tentang umur klender yang mereka perkirakan sudah kita lalui. Dan seringkali mau tidak mau kesimpulan mereka tersebut justru menjadi salah satu sumber tekanan sosial tertentu. &lt;br /&gt;Kita tampil sering terpaksa dan harus tampil dan berprilaku sebagai seseorang dalam usia/tahap perkembangan tertentu yang tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya ingin kita tampilkan dan apa yang sebenarnya mampu kita tampilkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus dari wanita-wanita yang secara sengaja menampilkan dirinya lebih muda dari sepantar umurnya. Tentunya banyak penyebab perempuan seolah dituntut untuk berbohong tentang umur sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, bisa disebabkan oleh tuntutan karier, karena pada kenyataanya diskriminasi umur sangat berperan dalam seleksi karyawati. Banyak perkerjaan yang lebih mengutamakan penampilan fisik daripada kemampuan intelektual dan kebijakan, sehingga sering aspek kemampuan dan pengalaman tidak menjadi pertimbangan, dan seleksi karyawati. &lt;br /&gt;Muda, cantik, langsing, menarik, sedikit genit dan sedikit kemampuan verbalisasi sering menjadi modal awal seseorang untuk cepat mendapatkan perkerjaan. Tuntutan kualifikasi berdasar diskriminasi umur ini memang tidak terlampau berlaku pada pria, sehingga hal ini lebih banyak mengena pada perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, perempuan mungkin saja merasa nyaman dengan umur 40 tahun lebih, namun mereka akan meresa pada umur tersebut tubuh dan penampilan fisiknya maka keputusan untuk operasi plastic, menghilangkan kerutan muka, dan sebagainya dengan berbagai upaya dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, perempuan terpaksa berbohong dalam hal umur karena banyak hal yang hilang pada perempuan oleh bertambahnya umur. Hal ini terkait dengan kecenderungan social untuk lebih menempatkan aspek kemudaan dan karakteristik penampilan fisik perempuan tertentu sebagai komoditas. &lt;br /&gt;Banyak iklan yang menawarkan krim perawat kulit guna menghindarkan diri dari keriput, krim pemutih kulit, pil pelangsing tubuh dengan menggunakan peragawati muda usia yang cantik, langsing dan berkulit putih sebagai modal iklannya. Kondisi ini membuat keadaan seperti seolah tidak ada tempat bagi orang yang sudah berumur, berbadan besar, gemuk, apalagi bila sekaligus ia juga berkulit hitam. &lt;br /&gt;Maka berlomba-lombalah para perempuan mendatangi salon kecantikan untuk mengubah bagian fisik agar paling tidak mendekati kualifikasi penampilan fisik seperti “harapan” lingkungan social tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari keprihatinan para wanita yang berbohong, tentu saja dengan berjalannya waktu kita tidak dapat terhindar dari pertimbangan umur, maka kebohongan-kebohongan lanjut akan harus kita lakukan. Karena, disamping harus berupaya keras mempertahankan perilaku dan penampilan yang tidak selaras dengan umur yang sebenarnya, makin kita akan juga terjerumus dalam peristiwa social yang tidak mengenakkan. &lt;br /&gt;Mengapa? Karena sikap konsisten terhadap perilaku dan menampilkan di bawah umur sebenarnya membutuhkan energi mental yang tidak sederhana. Ketegangaan emosional yang menyertai upaya keras tersebut sering membuat kita justru mengalami kegagalan dalam bersikap dan berprilaku kemudaan-kemudaan tersbut secara konsisten. Hal ini akan membuat justru perilaku kita tampak lucu dan tidak wajar, bahkan cenderung “bloon’ (stupid). Contohnya kita yang sering diolok-olok oleh sekeliling kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mengapa kaum perempuan harus berbohong tentang umur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang patut dan seyogyanya dipelajari oleh kaum perempuan adalah memisahkan antara siapa dirinya dan bagaimana penampilan fisiknya. Ketahuila, keyakinan diri kita akan berkembang dari kebohongan akan umur. Biarkanlah umur bertambah, dan banggalah akan pertambahan umur katakanlah 50 tahun, kita akan menjadi lebih baik, lebih matang serta lebih berpengalaman daripada saat kita berusia 25 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterpakuan dan pemusatan perhatian yang berlebihan serta secara berlanjut berupaya keras berpenampilan muda, justru akan menghambat optimilisasi fungsi potensi mental kita yang positif dan bahkan merampas keyakinan diri kita akan dasar kematangan alami yang sebenarnya telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita. Dengan demikian, kita akan merasa lebih baik dan lebih percaya diri karena tidak perlu harus merasa tetap muda dalam penampilan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancaran dari rasa percaya diri akan terungkap pada penampilan fisik yang lebih selaras dan perilaku yang terintegrasi kepribadian yang mengagumkan. Adalah lebih baik mengakui umur sebagaimana adanya dengan keyakinan diri serta perawatan fisik selaras, maka kita dapat tampil segar dan sehat seolah masih di bawah umur kalender kita, daripada sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-1600292593483136062?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/1600292593483136062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/mengapa-harus-berbohong-tentang-umur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/1600292593483136062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/1600292593483136062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/mengapa-harus-berbohong-tentang-umur.html' title='Mengapa Harus Berbohong Tentang Umur…'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SkmGrh2KUeI/AAAAAAAAABI/SlVvEWecJpI/s72-c/8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-7023616829342220296</id><published>2009-06-30T09:56:00.000+07:00</published><updated>2009-06-30T10:21:46.634+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pra Nikah'/><title type='text'>Terkejut Setelah Nikah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SkmEuzSmXUI/AAAAAAAAABA/C2iBEC-KKqA/s1600-h/0024-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SkmEuzSmXUI/AAAAAAAAABA/C2iBEC-KKqA/s200/0024-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352955571683614018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semenjak SMU saya sangat tertarik dengan kajian ataupun literature yang membahas tentang dunia pernikahan ataupun rumah tangga. Mungkin karena ingin membackupkhan diri agar terhindar dari hal-hal yang bisa menjadi kehancuran keluarga saat nanti saya sudah menikah. Salah satu posting saya yang akan diberikan kali ini adalah terkejutnya seseorang setelah nikah adalah pandangan bagi insan-insan yang akan segera menikah. Agar mengetahui seni dari pernikahan sehingga terhindar dari rasa “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;terkejut&lt;/span&gt;” itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehm… saya perhatikan banyak orang mempersepsikan bahwa menikah adalah hal yang terindah dan ditunggu-tunggu dalam separuh hidup kita,  maka dari itu untuk mengawali jalan tersebut ada hal-hal yang perlu kita ketahui yaitu dengan membaca posting kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nasri Muhammad berkata, “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saya mendapat kehidupan yang benar-benar berbeda setelah menikah.&lt;/span&gt; Saya mengira kehidupan keluarga itu penuh tawa, permainan dan cinta. &lt;br /&gt;Ternyata, pernikahan itu berisi kesungguhan dan keseriusan. Tiada waktu untuk bermain-main karena tanggung jawab benar-benar mencekiki, seolah tiada kesempatan untuk berisitirahat dan mengatur nafas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nahlah, Athif berkata, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;keterkejutan biasanya terjadi karena seorang pemudi tiba-tiba dihadapkan pada tanggung jawab terhadap rumah, keluarga dan anak-anak Suaminya akan pulang kerja dalam keadaan letih dan membutuhkan pendamping yang dapat menghibur, menyiapkan makanan, menyuguhkan minuman dan berbagai kebutuhannya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presenter Fatimah Fuad berkata, “Keterkejutan melihat lebih dahsyat pada wanita karier karena ia mendapati dirinya dikepung oleh tanggung jawab, baik di dalam maupun di luar rumah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presenter, Nihlah Abdul Aziz berkata, “saya sangat terkejut ketika memulai hidup berumah tangga. Tetapi, saya dapat melewatinya dengan cepat karena sebelumnya say telah memahami adanya perbedaan besar antara kehidupan saya sebagai gadis dan kehidupan saya sebagai istri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghadah Salim berkata, “Saya mengetahui bahwa banyak orang mengalami stress setelah berkahirnya bulan madu. Ada yangs tress berhari-hari bahkan ada yang sampai berbulan-bulan. Seharusnya, setiap orang berusaha mengalahkan stress dengan cepat agar kebahagiaan keluarga dapat berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalia Ali berkata, “Keterkejutan setelah menikah dapat dihindari jika kedua pasangan berusaha saling memahami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Muahmmad Uwaidlah, Guru besar Kedokteran Jiwa di Universitas Al Azhar menegaskan bahwa keterkejutan setelah menikah menimpa 70 % kaum wanita dan 60 % kaum laki-laki. Berarti, wanita yang kaget lebih banyak daripada laki-laki yang kaget. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, pengaruh keterkejutan lebih kentara pada kaum laki-laki. Terkadang mereka terlihat sedih, murung, atau kebingungan. Penyebabnya ketika seorang pemuda menikah, ia membayangkan pernikahan dapat membuatnya istirahat, bahagia, dan mendapat ketenangan. &lt;br /&gt;Ternyata istri membangkang, menentang, dan tidak menaatinya, tidak seperti yang diharapkan. Karena itu, ia harus melipatgandakan upaya untuk mencapai kesuksesan dalam kerja karena istrinya tidak mendukung dan tidak membantunya. Bahkan, menambah kesulitan, mengganggu karir, dan menguras potensi waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterkejutan dapat menimpa pemuda dan pemudi setelah menikah. Tetapi, persiapan optimal dapat mengurangi pengaruhnya, bahkan mungkin dapat menghilangkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan tersebut dapat dilakukan dengan cara berikut ini.&lt;br /&gt;1. setiap pasang harus persiapkan diri menghadapi berbagi kemungkinan setelah menikah. Dan, hendaknya setiap pasangan memahami bahwa pernikahan benar-benar berbeda dengan masa-masa meminang dan bulan madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. setiap pasangan harus berupaya mengenal watak asli pasangannya yang belum dikenal saat masa pinangan atau bulan madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. setiap pasangan harus menyadari bahwa mereka bukan satu-satunya pasangan yang menghadapi persoalan dan perbedaan watak, pemikiran dan cara hidup. Ada jutaan pasangan yang menjumpai persoalan serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Setiap pasangan harus berbicara pada dirinya sendiri, “Saya harus bersabar dan harus berkorban agar pernikahan dapat berkesinambungan,” dan “Saya tidak akan memberi kesempatan pada orang lain untuk mencibir dan menertawakan kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-7023616829342220296?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/7023616829342220296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/terkejut-setelah-nikah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/7023616829342220296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/7023616829342220296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/terkejut-setelah-nikah.html' title='Terkejut Setelah Nikah'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SkmEuzSmXUI/AAAAAAAAABA/C2iBEC-KKqA/s72-c/0024-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-7205650505245456641</id><published>2009-06-30T09:47:00.000+07:00</published><updated>2009-06-30T09:54:39.052+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><title type='text'>JADILAH PENDENGAR YANG BAIK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Skl-WReH1eI/AAAAAAAAAAw/Hq6dPhU3iak/s1600-h/0025-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Skl-WReH1eI/AAAAAAAAAAw/Hq6dPhU3iak/s200/0025-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352948553218512354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan ungkapan pasangan bisa berakibat positif, bisa juga berakibat negative.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mendengarkan yang berakibat negative adalah :&lt;br /&gt;• mendengaran yang tidak memberi kesempatan kepada pasangan untuk  menyelesaikan pembicaraannya;&lt;br /&gt;• mendengarkan yang disertai sikap tidak acuh terhadap pembicaraan pasangan; dan&lt;br /&gt;• mendengarkan yang disertai kesibukan lain, misalnya mendengarkan radio, atau menyaksikan televise, mengabaikan ungkapan pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan yang berakibat positif adalah mendengarkan yang terbebas dari hal-hal negative dianatara yaitu, pasangan yang mendengar menampakkan perhatian dan keseriusan pada pembicaraan pasangannya, memberi kesempatan pada pasangan untuk menyelesaikan pembicaraannya, dan tida disibukkan dengan hal-hal lain, selain memperhatikan pembicaraan pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar yang baik adalah salah satu aspek terpentingt yang mencegah semakin meruncungnya perselisihan hingga menjadi pertengkaran yang mengakibatkan perceraian.&lt;br /&gt;Tetapi, mungkinkah masing-masing pasangan bersedia menjadi pendengar yang baik,s aat terlibat dalam perselisihan, dimana setia pihak merasa paling benar dan yang lain salah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Gotman, ahli psikologi dan penulis buku Tujuh prinsip keberhasilan rumah tangga, menyebutkan bahwa 80% pasangan suami istri kesulitan menjadi pendengar yang baik,  bahkan merasa tidak mungkin untuk membiasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap bahwa sisanya, 20% adalah keluarga muslim yaitu orang-orang yang memandang bahwa menjadi pendengar yang baik itu tidak sulit, dengan izin dan taufik Allah SWT. Teladan mereka adalah Rosulullah saw. Beliau mengajarkan dan mencontohkan bagaimana mendengar yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah ra. Meriwayatkan bahwa seseorang laki-laki dating kepada Nabi szw untuk menagih utang dengan cara kasar. Ketika para sahabat bermaksud membungkamnya, Rosulullah saw. Mengingatkan, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Biarkanlah dia karena ia berhak untuk berbicara”&lt;/span&gt; Kemudian beliau berkata, “ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berikan kepadanya unta yang seumur dengan untanya&lt;/span&gt;”. Para sahabat berkata, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Rosulullah, kami tidak menemukan kecuali unta yang lebih tua umurnya&lt;/span&gt;. “Beliau berkata, “B&lt;span style="font-style:italic;"&gt;erikanlah karena sebaik-baiknya kalian adalah orang yang paling baik dalam membayar utang&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki berkata tidak sopan kepada Nabi saw, tetapi beliau tetap mendengarkannnya dengan baik dan mengingatkan para sahabat agar tidak menghentikan pembicaraannya atau membalas perlakuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap mendengar positif Rosulullah saw terhadap istri-istrinya dapat dilihat dalam sirahnya. Tiada satu pun riwayat yang menceritakan bahwa beliau memotong pembicaraan, membungkan atau melarang istri-istrinya untuk berbicara. Berbagai riwayat justru mengungkapkan bahwa beliau mendengarkan pembicaraan mereka dengan sabar, berdialog dengan mereka dalam berbagai kesempatan, bahkan beliau berbincang dengan mereka sebelum shalat shubuh dan setelah shalat isya.&lt;br /&gt;Dua hadits berikut menggambarkan sikap mendengar Rosulullah saw. Yang Positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah ra. Berkata, “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apabila beliau selesai shalat sunnah subuh, ia mengajakku berbicara sampai aku bangun. Jika tidak, beliau berbaring sampai azan untuk shalat berkumandang.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“A&lt;span style="font-style:italic;"&gt;pabila aku selesai shalat isya, Rosulullah saw. Masuk ke rumah, lalu mengajak keluarnya berbincang-bincang sebentar sebelum tidur. Dengan cara seperti itulah beliau menghibur mereka&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai pasangan suami istri berupayalah menjadi pendengar yang baik dan biasakan diri kalian untuk mendengar&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-7205650505245456641?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/7205650505245456641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/jadilah-pendengar-yang-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/7205650505245456641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/7205650505245456641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/jadilah-pendengar-yang-baik.html' title='JADILAH PENDENGAR YANG BAIK'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Skl-WReH1eI/AAAAAAAAAAw/Hq6dPhU3iak/s72-c/0025-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-3075991424899531401</id><published>2009-06-29T17:18:00.000+07:00</published><updated>2009-06-29T17:27:38.411+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Arti Cinta ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SkiXBV1yWkI/AAAAAAAAAAo/qqTjXN4VPAY/s1600-h/HEART06.GIF"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SkiXBV1yWkI/AAAAAAAAAAo/qqTjXN4VPAY/s200/HEART06.GIF" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352694206428240450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya&lt;br /&gt;tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan&lt;br /&gt;tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu&lt;br /&gt;beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara&lt;br /&gt;menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang,&lt;br /&gt;membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat&lt;br /&gt;budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta (Jalaluddin Rumi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Namun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang&lt;br /&gt;sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi&lt;br /&gt;gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu&lt;br /&gt;disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada&lt;br /&gt;Allah. Itulah para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta&lt;br /&gt;Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan&lt;br /&gt;manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi&lt;br /&gt;tubuh lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis&lt;br /&gt;menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang&lt;br /&gt;kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni&lt;br /&gt;syahid di jalan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang orang mengaku mencintai Allah, dan sering orang mengatakan&lt;br /&gt;mencitai Rasulullah, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah&lt;br /&gt;tanpa ada bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang&lt;br /&gt;mengembara, menyebarangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung&lt;br /&gt;yang tinggi demi mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin&lt;br /&gt;menggapai cinta Allah, tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi&lt;br /&gt;oleh wanita/pria yang dicintai. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi&lt;br /&gt;oleh dua cinta. Salah satunya pasti menolak, kecuali cinta yang&lt;br /&gt;dilandasi oleh cinta pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat Allah menguji cintanya, dengan memisahkanya dari apa yang membuat&lt;br /&gt;dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Di&lt;br /&gt;saat Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang&lt;br /&gt;gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat seorang suami&lt;br /&gt;yang istrinya dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tak punya&lt;br /&gt;gairah dalam hidup. Di saat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak&lt;br /&gt;orang yang hijrah kerumah sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian&lt;br /&gt;dari Allah, karena Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya&lt;br /&gt;pada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun sering orang pun tak berdaya&lt;br /&gt;membuktikannya, justru sering berguguran cintanya pada Allah, disaat&lt;br /&gt;Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu&lt;br /&gt;semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semu dari seorang makhluk&lt;br /&gt;terhadap Khaliknya. Padahal semuanya sudah diatur oleh Allah, rezki,&lt;br /&gt;maut, jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari&lt;br /&gt;Allah, tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi&lt;br /&gt;manusia yang hanya dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk,&lt;br /&gt;memburu harta dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah.&lt;br /&gt;Padahal nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh dirinya ketika&lt;br /&gt;hidup didunia, Bersungguh-sungguh mencintai Allah, ataukah terlena oleh&lt;br /&gt;dunia yang fana ini. Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupakan salah satu penyebab do’a tak terijabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih&lt;br /&gt;menengadah kepada Allah di malam hari, namun ketika siang muncul, dia&lt;br /&gt;pun melakukan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin do’a seorang gadis ingin mendapatkan seorang laki-laki sholeh&lt;br /&gt;terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin do’a seorang hamba yang mendambakan rumah tangga sakinah,&lt;br /&gt;sedang dirinya masih diliputi oleh keegoisan sebagai pemimpin rumah&lt;br /&gt;tangga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin seorang ibu mendambakan anak-anak yang sholeh, sementara&lt;br /&gt;dirinya disibukkan bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anak&lt;br /&gt;terabaikan, dan kasih sayang tak dicurahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin keinginan akan bangsa yang bermartabat dapat terwujud,&lt;br /&gt;sedangkan diri pribadi belum bisa menjadi contoh teladan&lt;br /&gt;Banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang mengaku cinta pada Allah dan Allah hendak menguji cintanya itu.&lt;br /&gt;Namun sering orang gagal membuktikan cintanya pada sang Khaliq, karena&lt;br /&gt;disebabkan secuil musibah yang ditimpakan padanya. Yakinlah wahai&lt;br /&gt;saudaraku kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta&lt;br /&gt;Allah kepada hambanya yang beriman…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesusahan, Allah hendak memberikan tarbiyah terhadap ruhiyah kita, agar&lt;br /&gt;kita sadar bahwa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak&lt;br /&gt;bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Saat ini tinggal bagi kita&lt;br /&gt;membuktikan, dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kita pada&lt;br /&gt;Allah, agar kita terhindar dari cinta palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang betul-betul berkorban&lt;br /&gt;untuk Allah Untuk membuktikan cinta kita pada Allah, ada beberapa hal&lt;br /&gt;yang perlu kita persiapkan yaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Iman yang kuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ikhlas dalam beramal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)adalah Mempersiapkan kebaikan Internal dan eksternal. kebaikan internal yaitu&lt;br /&gt;berupaya keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah. Seperti&lt;br /&gt;qiyamulail, shaum sunnah, bacaan Al-qur’an dan haus akan ilmu.&lt;br /&gt;Sedangkan kebaikan eksternal adalah buah dari ibadah yang kita lakukan&lt;br /&gt;pada Allah, dengan keistiqamahan mengaplikasikannya dalam setiap&lt;br /&gt;langkah, dan tarikan nafas disepanjang hidup ini. Dengan demikian&lt;br /&gt;InsyaAllah kita akan menggapai cinta dan keridhaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber &lt;a href="http://fauji-oke.blog.friendster.com"&gt;Fauzi&lt;/a&gt;......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-3075991424899531401?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/3075991424899531401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/arti-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/3075991424899531401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/3075991424899531401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/arti-cinta.html' title='Arti Cinta ?'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SkiXBV1yWkI/AAAAAAAAAAo/qqTjXN4VPAY/s72-c/HEART06.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-5257579005908195035</id><published>2009-06-29T17:09:00.000+07:00</published><updated>2009-06-29T17:13:36.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><title type='text'>Lelaki Kurang PeDe</title><content type='html'>Banyak kisah para laki-laki hanya karna belum merasa mapan maka ia berusaha untuk mengurungkan niatnya untuk tidak bersegera menikah. Padahal bisa dikatakan semuanya sudah memenuhi syarat namun karna kurang percaya diri dan kurang merasa besar penghasilannnya tentunya menjadi alasan besar bagi para laki-laki yang sudah bisa akhirnya jadi menunda untuk menikah. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita bisa mengaca dan membaca situasi, masih banyak keluarga yang mungkin penghasilan yang tak seberapa, ternyata bisa menjalankan biduk rumah tangga dengan baik-baik saja dan adem ayem. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi laki-laki yang sudah sanggup tuk menikah yang dibilang ba’ah (nafkah lahir batin) lalu ia menunda-nunda nikah, maka akan muncul tiga bahaya besar. Diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Zalim;&lt;/span&gt;  karena sebenarnya rezeki yang dilimpahkan Allah bukanlah diperuntukkan bagi dirinya sendiri, melainkan disana ada hak muslimah (istri). &lt;br /&gt;Sayangkan betapa zalimnya pemuda yang enggak mau menikah, sendirian ia memakan hak orang lain yang dititipkan Allah pada hartanya. Padahal apa yang dilahapnya sendiri itu bisa menyelamatkan masa depan seorang musimah. Nah, akan lebih parah kalau ada disekitarnya muslimah yang hidup merana karena rezekinya nggak kunjung dibagikan oleh pemuda muslim. Allah nggak cinta sama orang-orang zalim!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ada pun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amal-amal mereka, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim&lt;/span&gt;.” (QS. Ali Imran: 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mubazir;&lt;/span&gt;  segala sarana dan prasarana miliknya nggak maksimal dalam pemanfaatan. Sepeda motor atau sepeda dayung yang dikendarainya ke mana-mana sebenarnya bisa sekaligus membonceng seorang muslimah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ia memakainya sendiri sambil membiarkan bagian belakang kosong melompong. Perilaku mubazir dipamerkan ketika lautan muslimah antri, berjubel, dan bersempit-sempitan di kendaraan umum. Pada pengeluaran BBM akan tetap sama antara seorang diri atau berboncengan. &lt;br /&gt;Rumah kontrakan yang sejuk dan nyaman ditempati sendirian, sementara banyak muslimah yang tergusur tanpa tempat bernaung. Nggak kasihan, tuh? Padahal kehadiran istri nggak akan menambah uang sewa, sementara di kontrakan yang sepi bujangan tercenung sendiri dan ditemani bisik-bisik setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubazir terjadi juga pada bibit unggul yang bisa menciptakan kader terbaik mujahid Allah, tapi tersia-siakan aja. Potensi romantis dan perhatian serta penyayang miliknya juga terbuang. Sementara ia hafal ayat bahwa orang mubazir adalah sekutunya setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah sekutunya setan dan adalah setan sangat ingkar pada Tuhannya.&lt;/span&gt;” (QS Al Isra: 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penutup rezeki&lt;/span&gt;; konsep rezeki adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;min haitsu la yahtasib&lt;/span&gt; (dari pintu yang nggak disangka-sangka), sebenarnya Allah udah menyediakan rezeki sangat banyak, dan kewajiban manusia ulet berjuang membuka pintu-pintunya. Allah menegaskan kalau pernikahan ialah salah satu pintu menuju kaya (QS AN Nur: 32) Tuhan menakdirkan pintu rezeki itu terdapat pada istri, sementara para bujangan terus menghalang-halangi limpahan karunia Allah gara-gara menunda pernikahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana, sudah terbuka khan hatinya tuk berniat tulus ingin menikah……..jangan ditunda-tunda yah? Kasian khan, para akhwat, kalau bukan para ikhwan siapa lagi. Para perempuan-perempuan sangat menanti seorang lelaki yang benar-benar tulus ingin menjalankan kehidupan rumah tangga, hingga menjadi keluarga SAKINAH MAWADDAH WARO’MAH dan menghasilkan jundi-jundi Islam yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-5257579005908195035?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/5257579005908195035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/lelaki-kurang-pede.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/5257579005908195035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/5257579005908195035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/lelaki-kurang-pede.html' title='Lelaki Kurang PeDe'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-7813879989741204111</id><published>2009-06-25T11:07:00.000+07:00</published><updated>2009-06-25T11:24:37.231+07:00</updated><title type='text'>Blogroll Friends</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://psikonseling.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" alt="Photobucket" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss200/eviyulianti87/P3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://hermanblogtips.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" alt="herman blog - blogger tips" src="http://i37.photobucket.com/albums/e74/mrphoto16/hermanblogbanner.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://gustihana.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img width="180" alt="gusti &amp;amp; hana" src="http://images.cooltext.com/778307.gif" height="40" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://heryanto-h2o.blogspot.com/" target="_blank" title="blogger_12"&gt;&lt;img border="0" alt="blogger_12" src="http://i605.photobucket.com/albums/tt136/herih2o/blogger_12.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://zicoe1985.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;img width="150" src="http://www.geocities.com/zicoe_lexy/iklan2.gif" height="36" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.roomeroo.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" alt="Photobucket" src="http://i439.photobucket.com/albums/qq119/idhanq/2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pit-onta.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" alt="Blog Pit-Onta" src="http://www.geocities.com/fajar.info/bannerlink.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bdownloadz.blogspot.com" target="_blank" title="Download Free Music, Software, Games!!!"&gt;&lt;img border="0" width="136" src="http://img117.imageshack.us/img117/811/cooltext415010880.png" height="24" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bagi teman-teman yang belum tukeran link dengan blog ini. Mari kita tukeran link yuk....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain untuk menjalin persahabatan antar sesama blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini juga dapat meningkatkan rangking dan posisi blog kita di search engine seperti Google, Yahoo, MSN, dll....:)  :)  :) =))&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-7813879989741204111?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/7813879989741204111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/blogroll-friends.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/7813879989741204111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/7813879989741204111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/blogroll-friends.html' title='Blogroll Friends'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-1255556950470719468</id><published>2009-06-22T12:15:00.000+07:00</published><updated>2009-06-22T12:19:38.762+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konseling'/><title type='text'>Terapi Realitas</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Konsep Dasar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terapi Realitas merupakan suatu bentuk hubungan pertolongan yang praktis, relatif sederhana dan bentuk bantuan langsung kepada konseli, yang dapat dilakukan oleh guru atau konselor di sekolah daam rangka mengembangkan dan membina kepribadian/kesehatan mental konseli secara sukses, dengan cara memberi tanggung jawab kepada konseli yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi Realitas berprinsip seseorang dapat dengan penuh optimis menerima bantuan dari terapist untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya dan mampu menghadapi kenyataan tanpa merugikan siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terapi Realitas lebih menekankan masa kini, maka dalam memberikan bantuan tidak perlu melacak sejauh mungkin pada masa lalunya, sehingga yang paling dipentingkan adalah bagaimana konseli dapat memperoleh kesuksesan pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah William Glasser sebagai tokoh yang mengembangkan bentuk terapi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, bahwa &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;tentang hakikat manusia adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bahwa manusia mempunyai kebutuhan yang tunggal, yang hadir di seluruh kehidupannya, sehingga menyebabkan dia memiliki keunikan dalam kepribadiannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setiap orang memiliki kemampuan potensial untuk tumbuh dan berkembang sesuai pola-pola tertentu menjadi kemampuan aktual. Karennya dia dapat menjadi seorang individu yang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Setiap potensi harus diusahakan untuk berkembang dan terapi realitas berusaha membangun anggapan bahwa tiap orang akhirnya menentukan nasibnya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Ciri-Ciri Terapi Realitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menolak adanya konsep sakit mental pada setiap individu, tetapi yang ada adalah perilaku tidak bertanggungjawab tetapi masih dalam taraf mental yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berfokus pada perilaku nyata guna mencapai tujuan yang akan datang penuh optimisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berorientasi pada keadaan yang akan datang dengan fokus pada perilaku yang sekarang yang mungkin diubah, diperbaiki, dianalisis dan ditafsirkan. Perilaku masa lampau tidak bisa diubah tetapi diterima apa adanya, sebagai pengalaman yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak menegaskan transfer dalam rangka usaha mencari kesuksesan. Konselor dalam memberikan pertolongan mencarikan alternatif-alternatif yang dapat diwujudkan dalam perilaku nyata dari berbagai problema yang dihadapi oleh konseli .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menekankan aspek kesadaran dari konseli yang harus dinyatakan dalam perilaku tentang apa yang harus dikerjakan dan diinginkan oleh konseli . Tanggung jawab dan perilaku nyata yang harus diwujudkan konseli adalah sesuatu yang bernilai dan bermakna dan disadarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menghapuskan adanya hukuman yang diberikan kepada individu yang mengalami kegagalan., tetapi yang ada sebagai ganti hukuman adalah menanamkan disiplin yang disadari maknanya dan dapat diwujudkan dalam perilaku nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menekankan konsep tanggung jawab agar konseli dapat berguna bagi dirinya dan bagi orang lain melalui perwujudan perilaku nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Tujuan Terapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menolong individu agar mampu mengurus diri sendiri, supaya dapat menentukan dan melaksanakan perilaku dalam bentuk nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mendorong konseli agar berani bertanggung jawab serta memikul segala resiko yang ada, sesuai dengan kemampuan dan keinginannya dalam perkembangan dan pertumbuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengembangkan rencana-rencana nyata dan realistik dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perilaku yang sukses dapat dihubungkan dengan pencapaian kepribadian yang sukses, yang dicapai dengan menanamkan nilai-nilai adanya keinginan individu untuk mengubahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Terapi ditekankan pada disiplin dan tanggung jawab atas kesadaran sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D. Proses Konseling (Terapi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konselor berperan sebagai:&lt;br /&gt;1. Motivator, yang mendorong konseli untuk: &lt;br /&gt;(a) menerima dan memperoleh keadaan nyata, baik dalam perbuatan maupun harapan yang ingin dicapainya; dan &lt;br /&gt;(b) merangsang klien untuk mampu mengambil keputusan sendiri, sehingga klien tidak menjadi individu yang hidup selalu dalam ketergantungan yang dapat menyulitkandirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penyalur tanggung jawab, sehingga: &lt;br /&gt;(a) keputusan terakhir berada di tangan konseli; &lt;br /&gt;(b) konseli sadar bertanggung jawab dan objektif serta realistik dalam menilai perilakunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Moralist; yang memegang peranan untuk menetukan kedudukan nilai dari tingkah laku yang dinyatakan kliennya. Konselor akan memberi pujian apabila konseli bertanggung jawab atas perilakunya, sebaliknya akan memberi celaan bila tidak dapat bertanggung jawab terhadap perilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Guru; yang berusaha mendidik konseli agar memperoleh berbagai pengalaman dalam mencapai harapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pengikat janji (contractor); artinya peranan konselor punya batas-batas kewenangan, baik berupa limit waktu, ruang lingkup kehidupan konseli yang dapat dijajagi maupun akibat yang ditimbulkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teknik-Teknik dalam Konseling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menggunakan role playing dengan konseli&lt;br /&gt;2. Menggunakan humor yang mendorong suasana yang segar dan relaks&lt;br /&gt;3. Tidak menjanjikan kepada konseli maaf apapun, karena terlebih dahulu diadakan perjanjian untuk melakukan perilaku tertentu yang sesuai dengan keberadaan klien.&lt;br /&gt;4. Menolong konseli untuk merumuskan perilaku tertentu yang akan dilakukannya.&lt;br /&gt;5. Membuat model-model peranan terapis sebagai guru yang lebih bersifat mendidik.&lt;br /&gt;6. Membuat batas-batas yang tegas dari struktur dan situasi terapinya&lt;br /&gt;7. Menggunakan terapi kejutan verbal atau ejekan yang pantas untuk mengkonfrontasikan konseli dengan perilakunya yang tak pantas.&lt;br /&gt;8. Ikut terlibat mencari hidup yang lebih efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Sayekti. 1997. Berbagai Pendekatan dalam Konseling. Yogyakarta: Menara Mass Offset&lt;br /&gt;Sofyan S. Willis. 2007. Konseling Individual; Teori dan Praktek. Bandung: Alfabeta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:) :) :) :) Makasih Yach Udah Baca :) :) :) :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-1255556950470719468?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/1255556950470719468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/terapi-realitas.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/1255556950470719468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/1255556950470719468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/terapi-realitas.html' title='Terapi Realitas'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-6924509629745785905</id><published>2009-06-22T12:01:00.000+07:00</published><updated>2009-06-22T12:08:52.420+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konseling'/><title type='text'>Teknik Umum Konseling</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Memimpin (leading)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu teknik untuk mengarahkan pembicaraan dalam wawancara konseling sehingga tujuan konseling .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dialog :&lt;br /&gt;Klien :” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya mungkin berfikir juga tentang masalah hubungan dengan pacar. Tapi bagaimana ya?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konselor : ” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sampai ini kepedulian Anda tertuju kuliah kuliah sambil bekerja. Mungkin Anda tinggal merinci kepedulian itu. Mengenai pacaran apakah termasuk dalam kerangka kepedulian Anda juga ?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Fokus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu teknik untuk membantu klien memusatkan perhatian pada pokok pembicaraan. Pada umumnya dalam wawancara konseling, klien akan mengungkapkan sejumlah permasalahan yang sedang dihadapinya. Oleh karena itu, konselor seyogyanya dapat membantu klien agar dia dapat menentukan apa yang fokus masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya dengan mengatakan :&lt;br /&gt;” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah tidak sebaiknya jika pokok pembicaraan kita berkisar dulu soal hubungan Anda dengan orang tua yang kurang harmonis ”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa yang dapat dilakukan, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fokus pada diri klien. Contoh : ” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tanti, Anda tidak yakin apa yang akan Anda lakukan ”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. Fokus pada orang lain. Contoh : ” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Roni, telah membuat kamu menderita, Terangkanlah tentang dia dan apa yang telah dilakukannya ?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3. Fokus pada topik. Contoh : ” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pengguguran kandungan ? Kamu memikirkan aborsi ? Pikirkanlah masak-masak dengan berbagai pertimbangan”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;4. Fokus mengenai budaya. Contoh: ” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mungkin budaya menyerah dan mengalah pada laki-laki harus diatas sendiri oleh kaum wanita. Wanita tak boleh menjadi obyek laki-laki.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Konfrontasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu teknik yang menantang klien untuk melihat adanya inkonsistensi antara perkataan dengan perbuatan atau bahasa badan, ide awal dengan ide berikutnya, senyum dengan kepedihan, dan sebagainya. &lt;br /&gt;Tujuannya adalah : &lt;br /&gt;(1) mendorong klien mengadakan penelitian diri secara jujur; &lt;br /&gt;(2) meningkatkan potensi klien; &lt;br /&gt;(3) membawa klien kepada kesadaran adanya diskrepansi; konflik, atau kontradiksi dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan teknik ini hendaknya dilakukan secara hati-hati, yaitu dengan : &lt;br /&gt;(1) memberi komentar khusus terhadap klien yang tidak konsisten dengan cara dan waktu yang tepat; &lt;br /&gt;(2) tidak menilai apalagi menyalahkan; &lt;br /&gt;(3) dilakukan dengan perilaku attending dan empati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dialog :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien : ” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya baik-baik saja”.(suara rendah, wajah murung, posisi tubuh gelisah)&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;Konselor :” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anda mengatakan baik-baik saja, tapi kelihatannya ada yang tidak beres”. ”Saya melihat ada perbedaan antara ucapan dengan kenyataan diri ”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D. Menjernihkan (Clarifying)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu teknik untuk menjernihkan ucapan-ucapan klien yang samar-samar, kurang jelas dan agak meragukan. &lt;br /&gt;Tujuannya adalah : &lt;br /&gt;(1) mengundang klien untuk menyatakan pesannya dengan jelas, ungkapan kata-kata yang tegas, dan dengan alasan-alasan yang logis, &lt;br /&gt;(2) agar klien menjelaskan, mengulang dan mengilustrasikan perasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dialog :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien : ” P&lt;span style="font-style:italic;"&gt;erubahan yang terjadi di keluarga saya membuat saya bingung. Saya tidak mengerti siapa yang menjadi pemimpin di rumah itu.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Konselor : ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bisakah Anda menjelaskan persoalan pokoknya ? Misalnya peran ayah, ibu, atau saudara-saudara Anda.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;E. Memudahkan (facilitating)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu teknik untuk membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan perasaan, pikiran, dan pengalamannya secara bebas. &lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya yakin Anda akan berbicara apa adanya, karena saya akan mendengarkan dengan sebaik-baiknya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;F. Diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik diam dilakukan dengan cara attending, paling lama 5 – 10 detik, komunikasi yang terjadi dalam bentuk perilaku non verbal. &lt;br /&gt;Tujuannya adalah &lt;br /&gt;(1) menanti klien sedang berfikir; &lt;br /&gt;(2) sevagai protes jika klien ngomong berbelit-belit; &lt;br /&gt;(3) menunjang perilaku attending dan empati sehingga klien babas bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dialog :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klien :”S&lt;span style="font-style:italic;"&gt;aya tidak senang dengan perilaku guru itu”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konselor :”…………..” (diam)&lt;br /&gt;Klien :” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya..harus bagaimana.., Saya.. tidak tahu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konselor :”…………..” (diam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;G. Mengambil Inisiatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini dilakukan manakala klien kurang bersemangat untuk berbicara, sering diam, dan kurang parisipatif. Konselor mengajak klien untuk berinisiatif dalam menuntaskan diskusi. &lt;br /&gt;Teknik ini bertujuan : &lt;br /&gt;(1) mengambil inisiatif jika klien kurang semangat; &lt;br /&gt;(2) jika klien lambat berfikir untuk mengambil keputusan; &lt;br /&gt;(3) jika klien kehilangan arah pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Baiklah, saya pikir Anda mempunyai satu keputusan namun masih belum keluar. Coba Anda renungkan kembali”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;. Memberi Nasehat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemberian nasehat sebaiknya dilakukan jika klien memintanya. Walaupun demikian, konselor tetap harus mempertimbangkannya apakah pantas untuk memberi nasehat atau tidak. Sebab dalam memberi nasehat tetap dijaga agar tujuan konseling yakni kemandirian klien harus tetap tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh respons konselor terhadap permintaan klien : ” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah hal seperti ini pantas saya untuk memberi nasehat Anda ? Sebab, dalam hal seperti ini saya yakin Anda lebih mengetahuinya dari pada saya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;H. Pemberian informasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan nasehat, jika konselor tidak memiliki informasi sebaiknya dengan jujur katakan bahwa dia mengetahui hal itu. Kalau pun konselor mengetahuinya, sebaiknya tetap diupayakan agar klien mengusahakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Mengenai berapa biaya masuk ke Universitas Pendidikan Indonesia, saya sarankan Anda bisa langsung bertanya ke pihak UPI atau Anda berkunjung ke situs www.upi.com di internet”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I. Merencanakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini digunakan menjelang akhir sesi konseling untuk membantu agar klien dapat membuat rencana tindakan (action), perbuatan yang produktif untuk kemajuan klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nah, apakah tidak lebih baik jika Anda mulai menyusun rencana yang baik berpedoman hasil pembicaraan kita sejak tadi ”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menyimpulkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini digunakan untuk menyimpulkan hasil pembicaraan yang menyangkut : &lt;br /&gt;(1) bagaimana keadaan perasaan klien saat ini, terutama mengenai kecemasan; &lt;br /&gt;(2) memantapkan rencana klien; &lt;br /&gt;(3) pemahaman baru klien; dan &lt;br /&gt;(4) pokok-pokok yang akan dibicarakan selanjutnya pada sesi berikutnya, jika dipandang masih perlu dilakukan konseling lanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sofyan S. Willis. 2004.Konseling Individual; Teori dan Praktek. Bandung : Alfabeta&lt;br /&gt;H.M. Arifin. 2003. Teori-Teori Konseling Agama dan Umum. Jakarta. PT Golden Terayon Press.&lt;br /&gt;Sugiharto.(2005. Pendekatan dalam Konseling (Makalah). Jakarta : PPPG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-6924509629745785905?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/6924509629745785905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/teknik-umum-konseling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/6924509629745785905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/6924509629745785905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/teknik-umum-konseling.html' title='Teknik Umum Konseling'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-2993805382534967675</id><published>2009-06-22T11:51:00.000+07:00</published><updated>2009-06-22T11:58:46.845+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konseling'/><title type='text'>Konseling Behavioral</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Konsep Dasar&lt;/span&gt; :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. &lt;br /&gt;Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukum-hukum belajar : &lt;br /&gt;a) pembiasaan klasik; &lt;br /&gt;b) pembiasaan operan; &lt;br /&gt;c) peniruan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan ketidak puasan yang diperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar, sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik konseling behavioral adalah : &lt;br /&gt;(a) berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik, &lt;br /&gt;(b) memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling, &lt;br /&gt;(c) mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah klien, dan &lt;br /&gt;(d) penilaian yang obyektif terhadap tujuan konseling. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Asumsi Tingkah Laku Bermasalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat, yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan. &lt;br /&gt;2. Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentu dari cara belajar atau lingkungan yang salah. &lt;br /&gt;3. Manusia bermasalah itu mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya. Tingkah laku maladaptif terjadi juga karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat.&lt;br /&gt;4. Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Tujuan Konseling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik : &lt;br /&gt;(a) diinginkan oleh klien; &lt;br /&gt;(b) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut; &lt;br /&gt;(c) klien dapat mencapai tujuan tersebut; &lt;br /&gt;(d) dirumuskan secara spesifik&lt;br /&gt;Konselor dan klien bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;D. Deskripsi Proses Konseling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses konseling adalah proses belajar, konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konselor aktif :&lt;br /&gt;1. Merumuskan masalah yang dialami klien dan menetapkan apakah konselor dapat membantu pemecahannya atu tidak&lt;br /&gt;2. Konselor memegang sebagian besar tanggung jawab atas kegiatan konseling, khususnya tentang teknik-teknik yang digunakan dalam konseling&lt;br /&gt;3. Konselor mengontrol proses konseling dan bertanggung jawab atas hasil-hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Deskripsi langkah-langkah konseling :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Assesment, langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan klien (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya, kekuatan dan kelemahannya, pola hubungan interpersonal, tingkah laku penyesuaian, dan area masalahnya) Konselor mendorong klien untuk mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Goal setting, yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan klien menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : &lt;br /&gt;(a) Konselor dan klien mendifinisikan masalah yang dihadapi klien; &lt;br /&gt;(b) Klien mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling; (c) Konselor dan klien mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan klien :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(a) apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan klien; &lt;br /&gt;(b) apakah tujuan itu realistik; &lt;br /&gt;(c) kemungkinan manfaatnya; dan &lt;br /&gt;(d)k emungkinan kerugiannya; &lt;br /&gt;(e) Konselor dan klien membuat keputusan apakahmelanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan, mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai, atau melakukan referal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Technique implementation, yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Evaluation termination, yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Feedback, yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang, dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. Agar klien terdorong untuk merubah tingkah lakunya penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film, tape recorder, atau contoh nyata langsung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak. Penguatannya dapat berbentuk ganjaran yang berbentuk materi maupun keuntungan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teknik-teknik Konseling Behavioral&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan Asertif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini dugunakan untuk melatih klien yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung, kesulitan menyatakan tidak, mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini.&lt;br /&gt;Desensitisasi Sistematis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desensitisasi sistematis merupakan teknik konseling behavioral yang memfokukskan bantuan untuk menenangkan klien dari ketegangan yang dialami dengan cara mengajarkan klien untuk rileks. Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap. Jadi desensitisasi sistematis hakikatnya merupakan teknik relaksi yang digunakan untuk menghapus tingkah laku yang diperkuat secara negatif biasanya merupakan kecemasan, dan ia menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. &lt;br /&gt;Pengkondisian Aversi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan klien agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut.&lt;br /&gt;Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya. Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan Tingkah laku Model&lt;br /&gt;Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada klien, dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada klien tentang tingkah laku model, dapat menggunakan model audio, model fisik, model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Dr. DYP Sugiharto, M.Pd. Pendekatan-Pendekatan Konseling. (Makalah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-2993805382534967675?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/2993805382534967675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/konseling-bevavioral.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/2993805382534967675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/2993805382534967675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/konseling-bevavioral.html' title='Konseling Behavioral'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-3324055263417952512</id><published>2009-06-22T11:44:00.001+07:00</published><updated>2009-06-22T11:48:10.748+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konseling'/><title type='text'>Konseling Humanistik</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Konsep Dasar:&lt;/span&gt; :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Manusia sebagai makhluk hidup yang dapat menentukan sendiri apa yang ia kerjakan dan yang tidak dia kerjakan, dan bebas untuk menjadi apa yang ia inginkan. Setiap orang bertanggung jawab atas segala tindakannya.&lt;br /&gt;2. Manusia tidak pernah statis, ia selalu menjadi sesuatu yang berbeda, oleh karena itu manusia mesti berani menghancurkan pola-pola lama dan mandiri menuju aktualisasi diri&lt;br /&gt;3. Setiap orang memiliki potensi kreatif dan bisa menjadi orang kreatif. Kreatifitas merupakan fungsi universal kemanusiaan yang mengarah pada seluruh bentuk self expression.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Asumsi Perilaku Bermasalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gangguan jiwa disebabkan karena individu yang bersangkutan tidak dapat mengembangkan potensinya. Dengan perkataan lain, pengalamannya tertekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Tujuan Konseling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya dan menerima keadaannya menurut apa adanya. Saya adalah saya&lt;br /&gt;2. Memperbaiki dan mengubah sikap, persepsi cara berfikir, keyakinan serta pandangan-pandangan individu, yang unik, yang tidak atau kurang sesuai dengan dirinya agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualization seoptimal mungkin.&lt;br /&gt;3. Menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu dalam proses aktualisasi dirinya.&lt;br /&gt;4. Membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau menurut kondisi dirinya.&lt;br /&gt;D. Deskripsi Proses Konseling&lt;br /&gt;1. Adanya hubungan yang akrab antara konselor dan konseli.&lt;br /&gt;2. Adanya kebebasan secara penuh bagi individu untuk mengemukakan problem dan apa yang diinginkannya.&lt;br /&gt;3. Konselor berusaha sebaik mungkin menerima sikap dan keluhan serta perilaku individu dengan tanpa memberikan sanggahan.&lt;br /&gt;4. Unsur menghargai dan menghormati keadaan diri individu dan keyakinan akan kemampuan individu merupakan kunci atau dasar yang paling menentukan dalam hubungan konseling.&lt;br /&gt;5. Pengenalan tentang keadaan individu sebelumnya beserta lingkungannya sangat diperlukan oleh konselor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;E. Teknik-Teknik Konseling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teknik yang dianggap tepat untuk diterapkan dalam pendekatan ini yaitu teknik client centered counseling, sebagaimana dikembangkan oleh Carl R. Rogers. meliputi: (1) acceptance (penerimaan); (2) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;respect&lt;/span&gt; (rasa hormat); (3) understanding (pemahaman); (4) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;reassurance&lt;/span&gt; (menentramkan hati); (5) encouragement (memberi dorongan); (5) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;limited questioning&lt;/span&gt; (pertanyaan terbatas; dan (6) reflection (memantulkan pernyataan dan perasaan).&lt;br /&gt;Melalui penggunaan teknik-teknik tersebut diharapkan konseli dapat (1) memahami dan menerima diri dan lingkungannya dengan baik; (2) mengambil keputusan yang tepat; (3) mengarahkan diri; (4) mewujudkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Sayekti. 1997. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berbagai Pendekatan dalam Konseling&lt;/span&gt;. Yogyakarta: Menara Mass Offset&lt;br /&gt;Sofyan S. Willis. 2007. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Konseling Individual; Teori dan Praktek&lt;/span&gt;. Bandung: Alfabeta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-3324055263417952512?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/3324055263417952512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/konseling-humanistik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/3324055263417952512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/3324055263417952512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/konseling-humanistik.html' title='Konseling Humanistik'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-7339370234110301565</id><published>2009-06-22T11:28:00.000+07:00</published><updated>2009-06-22T11:42:05.299+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi Islam'/><title type='text'>Hakekat Psikologi Kepribadian Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sj8LJ6uQ-7I/AAAAAAAAAAc/9O_VHlGgCgM/s1600-h/0009-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sj8LJ6uQ-7I/AAAAAAAAAAc/9O_VHlGgCgM/s200/0009-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350007147349474226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Definisi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Studi tentang psikologi Kepribadian harus didasarkan atas nilai-nilai universal Islam (yang termasuk dalam Al Qur’an dan As-sunnah). Dengan begitu istilah-itilah yang digunakan nanti akan bercorak Isalami dengan pendekatan intergralistik dan komprehensif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam studi keIslaman, istilah kepribadian lebih dikenal dengan term &lt;span style="font-style:italic;"&gt;as syhakhshiyah (syakhsh = pribadi)&lt;/span&gt;. Ada juga term-term yang lain seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;al huwiyat (huwa = dia= indentity) al zatiyah (substansi pribadi dan non pribadi = tendensi) al nafsiyah (nafs = nyawa, daya dan jiwa) al khulq (citra pribadi)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;term khulq/akhlak &lt;/span&gt;muncul bersamaan dengan munculnya Islam karena Nabi Muhammad SAW di utus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Namun demiikian secara psikologis &lt;span style="font-style:italic;"&gt;term syakhshiyah&lt;/span&gt; lebih popular. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi kepribadian Islam adalah corak studi mengenai citra dan keunikan tingkah laku manusia berdasarkan pendekatan psikologis term yang diasumsikan dari nilai-nilai universalitas Isalm yang bertujuan untuk meningkatkan kebahagiaan dunia dan akhirat dalam relasinya dengan Islam, sesama dan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disebut corak studi karena psikologi Islam merupakan salah satu corak atau aliran psikologi kepribadian yang memiliki ekstensi sama dengan psikologi kepribadian lainnya.  Citra dan keunikan tingkah laku artinya  bahwa psikologi Islam merupakan studi tentang kepribadian yang dipandang dari sudut psikologi yang menggambarkan apa dan bagaimana manusia. Yang diasumsikan dari nilai-nilai universalitas Islam artinya kajian tentang jiwa dan tingkah lakunya dalam Islam harus berdasarkan Al Quran dan As sunnah serta khazanah keislaman yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi Islam sarat dengan nilai-nilai yang dapat mengantarkan kebahagiaan manusia, bukan hanya terbatas pada kebahagiaan dunia saja melainkan juga pada kebahagiaan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi kepribadian mengkaji ekstensi manusia sesungguhnya. Manusai adalah khalifah di bumi dan dalam tugasnya ini manusia memiliki relasi dengan sesamanya dan dikaruniai alam dan isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Struktur Kerpribadian Dalam Psikologi Kepribadian Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Fitrah Jasmani (aspek biologis yang berfungsi sebagai wadah atau tempat singgah fitrah ruhani)&lt;br /&gt;• Fitrah Ruhani ( aspek psikologis yang diciptakan untuk menjadi substansi dan esensi kepribadian manusia)&lt;br /&gt;• Fitrah Nafsani (struktur psikofisik yang diciptakan untuk mengaktualisasikan semua rencana Allah SWT kepada manusia) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah table berikut ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No TINGKATAN KEPRIBADIAN&lt;br /&gt;  Kepribadian Muthmainah Kepribadian Lawwamah Kepribadian Ammarah&lt;br /&gt;1 55%                 30%                 15%&lt;br /&gt;2 30%                 40%                 30%&lt;br /&gt;3 15%                 30%                 55%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perbandiang Bentuk-Bentuk Kepribadian dalam Pandang Ibnu Qayyim Al Zauziyah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian Muthmainnah       Kepribadian Ammarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memiliki harga diri       menjatuhkan harga diri&lt;br /&gt;merendahkan jiwa       menghinakan diri/jiwa&lt;br /&gt;dermawan               kesombongan &lt;br /&gt;kewibawaan               menyombongkan diri&lt;br /&gt;memilihara diri               nekad&lt;br /&gt;berani                       penakut&lt;br /&gt;prihatin               pelit&lt;br /&gt;ekonomis               buruk sangka &lt;br /&gt;waspada                       menduga&lt;br /&gt;firasat                       menunjukkan keburukan&lt;br /&gt;memberi peringatan       menyogok&lt;br /&gt;memberi hadiah               keras hati&lt;br /&gt;sabar                       menghinakan diri/jiwa&lt;br /&gt;pemaaf                       bodoh dan lupa&lt;br /&gt;tau dan berilmu               penipu &lt;br /&gt;dapat dipercaya               angan-angan&lt;br /&gt;pengharapan               membanggakan harta &lt;br /&gt;menceritakan nikmat Allah     penuh keluh kesah&lt;br /&gt;lembut hati               iri hati atas keburukan &lt;br /&gt;iri hati atas kebaikan       dengki&lt;br /&gt;berlomba demi kebaikan       mencintai karena selain Allah&lt;br /&gt;mencintai Allah               lemah hati&lt;br /&gt;tawakal                       ragu-ragu&lt;br /&gt;hati-hati               inpirasi dari syetan&lt;br /&gt;inspirasi dari malaikat       terburu-buru dalam bekerj&lt;br /&gt;cekatan dan bekerja       menghambur-hamburankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip-prinsip Pemeliharaan Fitrah Nafsani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits Muslim dari Umar Bin Khattabh, ada tiga prinsip dalam pemeliharaan fitrah nafsani yaitu :&lt;br /&gt;• Iman yang membentuk kepribadian mukmin&lt;br /&gt;• Islam yang membentuk kepribadian muslim&lt;br /&gt;• Ihsan yang membentuk kepribadian muhsin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip Kepribadian Mukmin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kepribadian yang percaya dengan sepenuh hati terhadap adanya Allah, Malaikat, kitabullah, Rosul-RosulNya, hari akhir dan taqdir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Karakter Kpribadian Rabbani atau Ialhi&lt;br /&gt;Adalah kepribadian yang mampu mengambil mengamalkan sifat-sifat dan asma Allah ke dalam tingkag lakunya sebatas kemampuan manusiawinya. Misalnya, Allah maha kaya maka kepribadian rabbani menghendaki adanya hartawan yang kaya raya. Proses pembentukkannya dapat ditemouh dengan ta’alluq (menggantungkan kesadaran diri dan pikiran kepada Allah dengan cara berfikir dan bedzikir), takhalluq (kesadaran diri untuk menginternalisasikan asma-asma Allah), dan tahaqquq (kesadaran diri akan adanya kebenaran , kemuliaan dan keagungan Alalh sehingga tingkah lakunya didominasi olehNya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Karakter kepribadian Maliki&lt;br /&gt;Adalah kepribadian yang mampu menginternalisasikan sifat-sifat malaikat yang agung dan mulia. Diantaranya adalah menjalankan perintah Allah, tidak maksiat denganNya, bertasbih kepadaNya, menyampaikan info kepada yang lain, membagi-bagi rezeki untuk kesejahteraan bersama dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Karakter Kepribadian Qur’ani&lt;br /&gt;adalah kepribadian yang mampu menginternalisasikan nilia-nilai Al Quran dalam tingkah lakunya yang nyata, diantaranya membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran yang terkandung dalam Al Quran dan As Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Karakter Kepribadian Rosul&lt;br /&gt;adalah kepribadian yang dapat menginternalisasikan sifat-sifat Rosul yang mulia, diantaranya jujur, dapat dipercaya, menyampaikan informasi dan cerdas. Karakter ini juga menghendaki penerjemahan mukjizat Rosul dalam konteks empiric. Misalnya Nabi Ibrahim as mampu mendinginkan api, maka isyaratnya dalam menghendaki adanya pemanfaatan energi api untuk energi AC atau kipas angin yang mendinginkan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Karakter Kepribadian Yang Berwawasan Masa Depan.&lt;br /&gt;Karakter ini menghendaki adanya karakter yang mementingkan jangka panjang dari pada jangka pendek dengan memiliki tanggung jawab, melakukan shalat, zakat, selalu bertaqwa dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Karakter Kepriabdian Takdiri&lt;br /&gt;Adalah kepribadian yang menghendaki adanya  penyerahan dan kepatuhan akan hukun-hukun dan sunnah-sunnah ALLAH SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-Prinsip Muslim.&lt;br /&gt;Adalah kepribadian yang mengucapkan syhadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa dan berhaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Karakter Kepribadian Syahadatain&lt;br /&gt;Adalah adanya usaha untuk menghilangkan dan membebaskan diri dari segala belenggu atau dominasi tuhan-tuhan relative seperti materi dan hawa nafsu kemudian mengisi diri sepenuh hi dengan ALLAH SWT. Juga menghendaki karakter yang selalu cinta dan patuh kepada rosul dan berusaha mentauladaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. karater Kepribadian Mushalli&lt;br /&gt;beberapa ciri diantaranya adalah, mampu berkomunikasi dengan Allah yang ditandai dengan takbir dan kemunikasi dengan sesame manusia, yang ditandai dengan salam. Selain itu menghendaki juga adanya kebersihan dan kesucian diri lahir dan bathin yang ditandai dengan wudhu dan kekhusuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kaarakter Kepribadian Muzakki&lt;br /&gt;adalah kepribadian yang berani berkorban untuk kebersihan dan kesucian jiwanya serta untuk pemerataan kesejahteraan ummat. Menghendaki adanya usaha yang halal dan mendistibusikan harta dengan cara halal dan baik pula. Ini mencerminkan adanya kreativitas dan produktifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. karakter Kepribadian Sha’im&lt;br /&gt;adalah mampu mengendalikan dan menahan diri dari nafsu-nafsu yang rendah dan mengisinya dengan tingkah laku yang baik seperti bersedekah saat berbuka, dan sahur, shalat malam, tadarus dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. karakter Kepribadian hajji&lt;br /&gt;adalah kepribadian yang mau mengorbankan harta, waktu dan nyawa demi panggilan ALLAH SWT yang akan melahirkan pribadi yang egaliter, memiliki wawasan inklusif dan pluralistic serta meningkatkan wawasan wisata spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Kepribadian Muhsin&lt;br /&gt;Adalah kepribadian yang mampu meningkatkan kualitas tingkah laku manusia yang dapat dicapai dengan mendekatkan diri kepada ALLAH SWT sehingga gerak-geriknya seakan-akan melihat ALLAH. Adapun tahapan yang bisa ditempuh adalah : takhalli, tahalli dan tajalli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-7339370234110301565?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/7339370234110301565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/hakekat-psikologi-kepribadian-islam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/7339370234110301565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/7339370234110301565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/hakekat-psikologi-kepribadian-islam.html' title='Hakekat Psikologi Kepribadian Islam'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/Sj8LJ6uQ-7I/AAAAAAAAAAc/9O_VHlGgCgM/s72-c/0009-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-4513985974524496858</id><published>2009-06-18T11:48:00.000+07:00</published><updated>2009-06-18T11:54:40.304+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Wanita'/><title type='text'>Wanita.......</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SjnIh-imvaI/AAAAAAAAAAU/ip5NLbr44us/s1600-h/gravity_well_800x600.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SjnIh-imvaI/AAAAAAAAAAU/ip5NLbr44us/s320/gravity_well_800x600.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348526518528556450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wanita pada dasarnya punya jiwa yang labih banget, bahkan mereka memiliki moment tertentu untuk labil, secara rutin. Yup, masa-masa haid adalah salah satunya. Kelabilan itu akan kian mengental saat ditodong pertanyaan mengenai pernikahan……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, wanita memiliki tiga masa dalam hal ini ; &lt;br /&gt;perihal penantian tanpa kepastian tentang hari dimana seseorang hadir meminangnya, kedatangan pangeran berkuda sembrani yang akan ditemaninya menempuh liku-liku kehidupan dan penantian berupa impian dan harapan yang selalu menghantui ketentraman batinnya. Ibarat peluru yang selalu siap memberondong setiap saat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“kapan, nih?’&lt;/span&gt; atau perasaan sedih yang menggayuti wajahnya di saat satu persatu sahabat mengirim undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pada masa awal ketika wanita berumur 20-24 tahun.&lt;/span&gt; Disaat seorang perjaka memberanikan dirinya memintanya menjadi permaisuri di kerjaan cinta. Dia akan lebih mempertanyakan tentang diri sendiri. Berondongan… Tanya pun menerobos bilik-bilik jantung, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“siapakah aku? Apa yang telah aku miliki, segala persiapan apa yang telah kusediakan ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sanggupkah aku meniti masa depan dan menyongsong hari-hari letih selanjutnya? Apalagi nanti kalau sudah punya momongan ?”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perempuan pada fase ini nggak begitu selektif menilai siapa yang datang, nggak banyak bertanya apalagi menuntut. Mereka sudah kalah dengan pertanyaan mengenai kesiapan diri sendiri, siapakah aku?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masa kedua yaitu 25-29 tahun, suatu masa saat seorang wanita telah mandiri&lt;/span&gt;. Usaha yang dirintis memberikan kenikmatan sendiri baginya, kemandirian dan kematangan sudah menjadi menguatkan jiwanya. Rasa percaya diri pun menebal. Ketika seorang pemuda mengajukan ikatan cinta, pertanyaan mengalir deras, “Siapakah yang berani menawarkan masa depan? Bagaimana kemapanannya? Apakah aku akan tetap memperoleh kebahagiaan bersama pria itu?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada situasi ini wanita lebih jeli menilai calonnya. Berani berspekulasi dengan ruang dan waktu. Mumpung lagi pede!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masa ketiga pada masa usia kepala tiga, seorang wanita sangat labil ketika hal-hal yang berbau pernikahan lewat di hadapannya&lt;/span&gt;. Pada usai saat matang nggak jua ada seorang arjuna yang menoleh kepadanya. Sementara daya hidup yang dijalani mulai dihantui perasaan kekurangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perempuan ia merasa nggak sempurna tanpa keluarga tercinta. Pada situasi beginilah dia akan sikat habis siapa saja yang datang, Nyaris tanpa pikir panjang, lekas menyambar tawaran yang masuk. Pertanyaannya bukan lagi siapa aku atau siapa dia, namun berubah drastic menjadi “Siapa aja, deh?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi terakhir kita melihat begitu banyak fenomena yang mengiris hati. Ada keperihan yang merajam kepekaan. Betapa panjang deretan ihkwan yang ngga siap diri untuk bersegera, padahal wanita merupakan jiwa-jiwa yang rentan. Apalagi banyak dari kalangan akhwat yang telah berumur lebih dari 30 tahun, bayangkan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa lagi yang akan mereka dampingi selain para ikhwan itu sendiri. Dengan kondisi yang demikian sangat mungkinkan kita bakal kehilangan kader yang baik. Rumus, Siapa aja, deh !” membuka peluang besar mereka bersanding bersama orang yang nggak sefikrah, hanya dengan alasan demi menjaga kesucian diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-4513985974524496858?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/4513985974524496858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/4513985974524496858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/4513985974524496858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/wanita.html' title='Wanita.......'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SjnIh-imvaI/AAAAAAAAAAU/ip5NLbr44us/s72-c/gravity_well_800x600.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7507667967821569639.post-2188375545266232082</id><published>2009-06-18T11:44:00.000+07:00</published><updated>2009-06-18T11:48:11.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Nikmat Allah Tak Terhingga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SjnHAXy-VMI/AAAAAAAAAAM/HgHqKXI7hxs/s1600-h/0019-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SjnHAXy-VMI/AAAAAAAAAAM/HgHqKXI7hxs/s400/0019-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348524841680917698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku………., sungguh Allah SWT telah memberikan kepada kita berbagai kenikmatan yang sangat banyak yang tak terhitung jumlahnya ada nikmat kehidupan, kesehatan, pangkat kedudukan, kecukupan hidup dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnya, sesungguhnya manusia itu sangat dzhalim dan sangat mengingkari nikmat Allah.”&lt;br /&gt;(SQ Ibrahim ayat 34)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Firmannya “nikmat Allah” adalah kenikmatan tunggal bermakna umum (nikmat-nikmat). Karena ushul, kalimat mufrad apabila nudhaf maka bermakna umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abi al Hauraa berkata, “Ada seorang wanita yang berkata kepadaku; “tentang apa?” wanita tadi menjawab: “aku ingin sekali mengenal nikmat-nikmat Allah yang dicurahkan kepada ku dalam sekejap. Aku pun berkata “Sungguh engkau ingin mengetahui sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh akal kita !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakr bin Abdillah mengatakan, “Wahai anak adam, apabila engkau ingin mengetahui kadar nikmat Allah yang dicurahkan kepadamu, maka pejamkanlah matamu”.&lt;br /&gt;Akan tetapi sudahkah kita membalas semua nikmat ini dengan bersyukur kepada sang pemberi nikmat. Ataukah kita masih lalai dan lupa diri??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Berfirman :&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan ingatlah jga), tatkala tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmatKu, maka sesungguhnya azabku sangat pedih” (QS Ibrohim ayat 7)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujudkanlah syukur kepada Allah, wahai saudaraku, agar kenimatan ini bertambah dan di ridhoi olehNya. Imam Ibnu Qudamah menjelaskan dalam minhajul Qosidin hal 353 “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Syukur dengan hati yaitu meniatkan untuk kebaikan, dengan lisan yaitu menampakkan tanda syukur tersebut dengan ucapan tahmid (alhamdulilah) dan dengan anggota badan yaitu menggunakan nikmat tersebut dalam ketaatan kepada Allah serta tidak menggunakannya untuk bermaksiat kepadaNya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7507667967821569639-2188375545266232082?l=melly-konseling.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://melly-konseling.blogspot.com/feeds/2188375545266232082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/nikmat-allah-tak-terhingga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/2188375545266232082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7507667967821569639/posts/default/2188375545266232082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://melly-konseling.blogspot.com/2009/06/nikmat-allah-tak-terhingga.html' title='Nikmat Allah Tak Terhingga'/><author><name>Nurmeilita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00173852202816422286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SsmOlG11IVI/AAAAAAAAADk/4qXaA5Za4sc/S220/6520_100383134887_584889887_2099766_5907627_a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QRuTiskHWmM/SjnHAXy-VMI/AAAAAAAAAAM/HgHqKXI7hxs/s72-c/0019-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
