Selasa, 30 Juni 2009

JADILAH PENDENGAR YANG BAIK




Mendengarkan ungkapan pasangan bisa berakibat positif, bisa juga berakibat negative.

Mendengarkan yang berakibat negative adalah :
• mendengaran yang tidak memberi kesempatan kepada pasangan untuk menyelesaikan pembicaraannya;
• mendengarkan yang disertai sikap tidak acuh terhadap pembicaraan pasangan; dan
• mendengarkan yang disertai kesibukan lain, misalnya mendengarkan radio, atau menyaksikan televise, mengabaikan ungkapan pasangan.



Mendengarkan yang berakibat positif adalah mendengarkan yang terbebas dari hal-hal negative dianatara yaitu, pasangan yang mendengar menampakkan perhatian dan keseriusan pada pembicaraan pasangannya, memberi kesempatan pada pasangan untuk menyelesaikan pembicaraannya, dan tida disibukkan dengan hal-hal lain, selain memperhatikan pembicaraan pasangan.

Mendengar yang baik adalah salah satu aspek terpentingt yang mencegah semakin meruncungnya perselisihan hingga menjadi pertengkaran yang mengakibatkan perceraian.
Tetapi, mungkinkah masing-masing pasangan bersedia menjadi pendengar yang baik,s aat terlibat dalam perselisihan, dimana setia pihak merasa paling benar dan yang lain salah ?

John Gotman, ahli psikologi dan penulis buku Tujuh prinsip keberhasilan rumah tangga, menyebutkan bahwa 80% pasangan suami istri kesulitan menjadi pendengar yang baik, bahkan merasa tidak mungkin untuk membiasakannya.

Saya berharap bahwa sisanya, 20% adalah keluarga muslim yaitu orang-orang yang memandang bahwa menjadi pendengar yang baik itu tidak sulit, dengan izin dan taufik Allah SWT. Teladan mereka adalah Rosulullah saw. Beliau mengajarkan dan mencontohkan bagaimana mendengar yang baik.

Abu Hurairah ra. Meriwayatkan bahwa seseorang laki-laki dating kepada Nabi szw untuk menagih utang dengan cara kasar. Ketika para sahabat bermaksud membungkamnya, Rosulullah saw. Mengingatkan, “Biarkanlah dia karena ia berhak untuk berbicara” Kemudian beliau berkata, “ Berikan kepadanya unta yang seumur dengan untanya”. Para sahabat berkata, “Ya Rosulullah, kami tidak menemukan kecuali unta yang lebih tua umurnya. “Beliau berkata, “Berikanlah karena sebaik-baiknya kalian adalah orang yang paling baik dalam membayar utang.”

Laki-laki berkata tidak sopan kepada Nabi saw, tetapi beliau tetap mendengarkannnya dengan baik dan mengingatkan para sahabat agar tidak menghentikan pembicaraannya atau membalas perlakuannya.

Sikap mendengar positif Rosulullah saw terhadap istri-istrinya dapat dilihat dalam sirahnya. Tiada satu pun riwayat yang menceritakan bahwa beliau memotong pembicaraan, membungkan atau melarang istri-istrinya untuk berbicara. Berbagai riwayat justru mengungkapkan bahwa beliau mendengarkan pembicaraan mereka dengan sabar, berdialog dengan mereka dalam berbagai kesempatan, bahkan beliau berbincang dengan mereka sebelum shalat shubuh dan setelah shalat isya.
Dua hadits berikut menggambarkan sikap mendengar Rosulullah saw. Yang Positif.

Aisyah ra. Berkata, “Apabila beliau selesai shalat sunnah subuh, ia mengajakku berbicara sampai aku bangun. Jika tidak, beliau berbaring sampai azan untuk shalat berkumandang.”

“Apabila aku selesai shalat isya, Rosulullah saw. Masuk ke rumah, lalu mengajak keluarnya berbincang-bincang sebentar sebelum tidur. Dengan cara seperti itulah beliau menghibur mereka.

Wahai pasangan suami istri berupayalah menjadi pendengar yang baik dan biasakan diri kalian untuk mendengar

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by - Abdul Munir - 2008
http://4.bp.blogspot.com/_sYx8LhsF1y0/SAtWYPbyHNI/AAAAAAAAANY/6ygY1rcSgYc/s1600-h/Tilmiz6.png